Perempuan yang Bertanya

Posted on Agustus 22, 2007. Filed under: Puisi |

Ia bertanya, “Bagaimana mestinya aku menjadi perempuan?”
Setelah heran karena ia bertanya pada seorang lelaki, aku menjawab:

Menjadi perempuan sama dengan menjadi lelaki,
Tidak lebih dan tidak kurang.
Jawaban selebihnya aku tak tahu.

Jangan tanya nenekmu, karena ingatannya jauh.
Jangan tanya ibumu, karena siapa tahu ia berpikir seperti bapakmu.
Jangan tanya tetanggamu karena ia akan menyuruhmu masuk rumah dan memasak.
Apalagi jangan tanya para pemuka agama, karena mereka tak punya imajinasi.
Jangan tanya presiden, karena jangan2 dia tidak tahu kalau mahluk yang namanya perempuan itu ada.
Juga jangan tanya aku, karena aku bisa berbohong.

Sebaiknya kamu bertanya pada pelangi yang muncul setelah hujan,
Atau pada awan yang kerap berubah bentuk,
Atau pada anak kecil yang sedang mendekap dada ibunya.
Mungkin mereka tempat yang tepat untuk bertanya,
Karena mereka tak bisa berbohong,
Dan karena mereka adalah sumber imajinasi.

Sementara kamu mencari jawabnya,
Aku akan bertanya sendirian, “Bagaimana mestinya aku menjadi laki-laki?”

Make a Comment

Make a Comment: ( 4 so far )

blockquote and a tags work here.

4 Responses to “Perempuan yang Bertanya”

RSS Feed for Kemarin, Hari Ini dan Esok Comments RSS Feed

wahhh.. salut. i like it! blognya ok jg nih.

gabungin aja laki2+wanita=….?
ada dua kemungkinan lho…! PR
salam kenal!

wuih…hebat, jrot! tabik!

Jadi apa jawaban dari tanyamu, Quin?


Where's The Comment Form?

  • Foto-foto

    Lombok - Ahead to Gili Trawangan

    Lombok 2

    Lombok 3

    Lombok 4 - The beach of Gilis

    Lombok 5 - The Beach of Gilis

    More Photos
  • RSS Berita dari Adbusters

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Cool Stuffs

    Gue pakai ini: openSUSE.org


  • My Del.iciou.us

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...