Lucunya Orang Beragama di Indonesia – Kasus Sinetron “Sebuah Penantian”

Posted on Desember 19, 2007. Filed under: Kemarin |

Harus kita akui bahwa banyak film layar lebar maupun televisi yang mampu menggugah pemirsanya. Menggugah dalam arti sederhana seperti terharu, gembira, optimis, sampai menggugah dalam arti yang lebih kuat lagi seperti memotivasi atau merubah sikap dan perilaku.

Sejumlah besar orang percaya bahwa Sinetron “Sebuah Penantian” adalah salah satu film televisi yang akan mampu memberikan perubahan besar pada penontonnya. Sinetron ini dimaksudkan sebagai sinetron rohani untuk orang Kristen, namun ternyata ia juga mendapat perhatian dari orang Islam.

Sebagian (ingat, saya memakai kata sebagian di sini) orang Kristen percaya bahwa sinetron tersebut dapat menggugah orang yang menontonnya, syukur-syukur bisa membantu pemirsa menerima warta gembira yang dibawa oleh agama Kristen. Teman saya mengirimkan SMS berbunyi:

“Tolong forward sebanyak mungkin. Pemutaran film rohani “SEBUAH PENANTIAN” 15 Desember 16.30-17.30 WIB di RCTI Film oleh Billy Graham Ministry. Film pernah diputar di India & hasilnya sudah menggugah jutaan jiwa untuk terima Tuhan Yesus..Pray for this..Karna film yang diputar tidak diklankan -GBU-“

Sebelum SMS ini saya sudah melihat sejumlah email beredar di beberapa mailing list yang bunyinya serupa. Mereka yang menulis, mem-forward email dan SMS ini tentu percaya bahwa sebuah sinetron dapat mengubah iman jutaan orang dalam durasi kurang dari 1 jam (karena diselingi iklan). Saya sendiri tidak tahu bagaimana mereka bisa mendapatkan angka “jutaan” tersebut. Apakah memang ada survei yang dilakukan setelah film tersebut diputar di India, dan secara stastistik angka orang yang pindah ke agama Kristen naik secara tiba-tiba pada waktu yang sama. Jikapun memang ada penambahan besar-besaran seperti itu, apakah memang betul itu diakibatkan oleh film tersebut? Sulit untuk menjawabnya, kecuali di pesawat televisi orang-orang dipasangi alat sensor agama seperti alat yang mampu mengukur rating acara televisi.

Bagaimana dengan sikap dari orang Islam? Sebagian (ingat, saya memakai kata sebagian di sini) orang Islam ternyata juga percaya bahwa sinetron tersebut mungkin saja dapat membuat orang yang beriman dapat tiba-tiba pindah agama hanya dalam waktu kurang dari 1 jam. Rupanya email yang di forward teman-teman Kristen terbaca oleh teman-teman Islam dan kemudian menimbulkan semacam ketakutan. Salah satu email yang disebarluaskan oleh teman-teman Islam berbunyi:

“Assalamu alaikum wrwb.

WASPADAI !!! Misi gereja di TV pada tanggal 15 Desember 2007, jam 16.30-17.30 serentak di RCTI, TRANS TV, TVRI. Judul : “My Hope Indonesia”
diganti menjadi “Sebuah Penantian”. Di India pernah diputar dengan judul yang sama & berhasil menghipnotis jutaan penduduknya.

Berikut ada bocoran mengenai misi dari Gereja yang akan ditayangkan di TV tanggal 15 Desember 2007, eleiminir keluarga kita khususnya anak2 agar terjaga dari tontonan dimaksud. QS. At Tahrim (66) : 6.

Kirim complain ke http://www.kpi. <http://www.kpi.go.id/> go.id/ bahwa umat islam keberatan dan menolak keras atas akan ditayangkannya acara pemurtadan masal ini di seluruh statiun TV!!! Dan meminta untuk dibatalkan penayangannya.

Atau bagi yang tetap penasaran menonton, sebaiknya jangan lepas dari wudhu selama menonton film ini agar terhindar dari ‘Kuasa Gelap’ dan dilindungi oleh Allah SWT”,

Sinetron ini ternyata dianggap bagian dari pemurtadan massal. Selain karena diputar di televisi, sinetron ini digambarkan disertai dengan mantra-mantra ajaib yang dapat menyulap pemirsanya menjadi lupa diri dan pindah agama. Sungguh-sungguh ajaib! Saya sering makan mie instan, tapi baru kali ini dengar ada metode pemindahan agama yang juga sangat instan. Namun sejumlah orang percaya pada hal ini, mengingat bahwa email-email peringatan ini di forward ke banyak orang. Bahkan teman saya yang lulusan segar dari sebuah jurusan Filsafat universitas negeri terkemuka juga percaya bahwa ada semacam magic yang menyertai acara-acara kerohanian Kristen di televisi. Teman saya itu lupa bahwa acara Mimbar Agama di televisi itu pastinya berisi syiar agama, entah itu agama Islam, Kristen, Hindu atau Budha, yang ditujukan untuk para pemeluk agama itu sendiri. Semua agama dapat porsi dan kesempatannya untuk tampil di televisi.

Saya sendiri karena penasaran menanti dan akhirnya melihat sinetron tersebut. Ia bercerita soal pengampunan, tema standar film-film Kristen. Seorang Ayah diceritakan pergi bersama perempuan lain, dan meninggalkan istrinya, seorang anak laki dan seorang anak perempuan. Peristiwa itu begitu membekas di hati sang anak laki. Bertahun-tahun kemudian si anak perempuan menemukan ayahnya sendiri, miskin dan sakit-sakitan. Ia bermaksud untuk mempersatukan keluarganya kembali dengan mengajak ayahnya kembali ke rumah. Ibunya juga sudah setuju dan memaafkan segala perbuatan suaminya itu. Tinggal si anak sulung laki-laki yang tidak bisa mengampuni ayahnya. Ia tidak mau menerima ayahnya kembali, apalagi selama ini ia yang harus menghidupi keluarganya karena ketiadaan seorang ayah. Dan ketika adik perempuannya serta ibunya nekat membawa kembali sang ayah, ia memilih untuk keluar rumah. Begitu bencinya ia pada ayahnya itu, si sulung terpaksa memberitahu ke adik perempuannya bahwa ia tidak bisa menghadiri pernikahan adiknya itu, karena di pesta pernikahan itu pasti akan ada ayahnya. Akhirnya happy ending, si sulung datang ke pernikahan adiknya dan saling memaafkan dengan ayahnya dan they live happily ever after.

Memang ceritanya menurut saya cukup menyentuh, namun jauh dari yang dipromosikan melalui SMS dan email. Jalan cerita semacam itu sudah diceritakan berulang kali dalam sinetron-sinetron dan film, apalagi film-film rohani Kristen. Singkat kata, sinetron ini tidak mempunyai daya bius yang diharapkan atau ditakuti oleh sebagian orang. Tentu ini pendapat subyektif dan tergantung selera masing-masing. Namun jika “selera” saya masih bisa berperan, tentu ini menandakan bahwa tidak ada unsur gaib dalam sinetron ini. Karena jika memang sinetron ini pakai magic, maka yang namanya “selera” itu sudah tidak berfungsi, seharusnya saya terbius begitu saja. Pekerja rumah tangga saya yang ikut menonton bahkan tidak mengikuti sampai habis, ia lebih tertarik menyapu jalan di depan rumah sembari ngobrol bareng tetangga (karena sinetron ini diputar sore hari). Sejauh ini belum saya dengar tentang orang yang pindah agama karena sinetron ini.

Kita bisa melihat bahwa terkadang (padahal sering) orang beragama bisa menjadi sangat lucu, padahal tampilan yang mereka tunjukkan sangat serius, bahkan tegang. Dibalik kelucuan itu ada masalah kronis yang hinggap dalam hubungan antar agama di Indonesia. Ada kecurigaan, bahwa agama lain senantiasa menjadi ancaman bagi agamanya. Ada harapan kekanak-kanakan bahwa agamanyalah yang paling benar-yang lainnya salah sehingga perlu didoakan agar “bertobat”. Ada juga kemasabodohan, tidak mau mencoba mengenal agama tetangganya, sehingga lebih mudah menunjukkan sikap curiga dan bermusuhan.

Di tengah sikap kenakan-kanakan ini bukan tidak mungkin para politisi nebeng bermain, menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan pembelaannya terhadap umatnya. Yah siapa tahu bisa dapat “trade mark” menjadi pembela umat terdepan sehingga ketika pemilu nanti bisa menambah jatah coblosan.

Di tengah sikap ajaib ini pemerintah tidak berbuat sesuatu yang berarti, sering ia malah salah tingkah dan akhirnya memenangkan suara yang terbanyak, mungkin karena suara terbanyak itu diartikan sebagai suara terbanyak dalam pemilu.

Agama yang seharusnya mencerahkan justru menjadikan orang picik, sempit, curiga, percaya mistik dan… lucu. Ayo, jika anda merasa sebagai orang beragama, mari kita tampilkan agama kita dengan tampilan yang luwes, welas asih, plural namun isinya serius. Bukan dengan tampilan yang serius, kaku namun isinya lucu.

Make a Comment

Make a Comment: ( 12 so far )

blockquote and a tags work here.

12 Responses to “Lucunya Orang Beragama di Indonesia – Kasus Sinetron “Sebuah Penantian””

RSS Feed for Kemarin, Hari Ini dan Esok Comments RSS Feed

Memang benar, saya setuju banget, kita masih jauh ketinggalan, lebih mementingkan religiositas ketimbang spiritualitas.

DZ

Ciri-ciri bangsa yang terkutuk, Negara ini akan makin hancur, karena terlalu membanggakan Agama, Tapi nggak mengerti arti nya. Kebanyakan hanya omong Kosong, dan ini bukti yang paling nyata. Saya yakin sampai kapanpun Negara ini tidak akan bangkit kalau “agama” selalu dikait-kaitkan. God Bless us…

Salam kenal dari saya

Hatim Gazali

mas quin,
bagi saya agama adalah jodoh
dan tidak abadi
sedangkan iman adalah misteri
punya nilai keabadian

jadi apapun agama kita
kalo kita percaya Tuhan itu ada dan ‘memilihkan’ agama buat kita masing-masing
tentunya Tuhan menentukan sesuai dengan kapasitas kita masing-masing

iman yang bersifat abadi dan universal
menyatukan kita – siapapun jodoh kita -

@ Pak Daniel dan Pak Rio, anda benar, inilah saatnya kita meninggalkan religiositas sempit yang mirip jangkar kapal yang menahan negara kita untuk melaju. Salam kenal.
@ Mas Hatim, salam kenal juga
@ mbak Yolanda, puitis banget komentarnya, cieee…

itu lucu banget kasusnya! kita masih mementingkan kepentingan kelompok kita daripada keharmonisan bangsa

(Kalimat sebelumnya disunting oleh saya, pemilik blog)... saya muslim, tapi saya sangat malu dengan kelakuan saudara-saudara sayah..

bnar! gw biarpun bukan ‘pemeluk agama terbesar di indonesia’ fine2 aja dgn pluralitas agama. gw malah suka ama sinetron “Para Pencari Tuhan” yg dikhususkan buat islam.

pesan buat fron2 tertentu:
sadar oi! dunia bukan buat kalian doank!

bukannya bnyk agama=bnyk hari besar= bnyk libur?

duh, smakin lama gw bingung ma konsep orang beragama..mo maen saing2an banyakan pengikut apa..apa sih??!
jujur, ketika konsep beragama udah masuk ke lingkup begini, gw ga lain cuman ngurut dada dan berucap lirih..”emang buat apa sih orang beragama?” buat kepuasan batin bukaaan??!
duh, ga usah diajak ribet deh, scr kalo lo masih yakin ma agama lo..mo lo digodain seribu juta setan juga lo bisa kuat2 aja..ya kalo lo gara2 liat acara itu trus pindah agama..yoweis, brarti dah dapet pencerahan gr2 film itu…
cuman saran gw: pencerahan itu mesti diperoleh dengan kondisi pikiran yang memang benar2 siap dan rasional..dan kondisi iman yang siap untuk digempur..*halah*
maksudnya: iman kita tak akan goyah hny dgn sbuah film kl kita yakin seutuhnya ma konsep ketuhanan yg kita miliki..
so..just let it flow..^__^

well, saya setuju agama harus membuat kita tercerahkan…namun seringkali secara manusiawi setiap orang berusaha menjadikan apa yang ada dalam dirinya terlihat unggul dari kualitas yang tidak dimilikinya…..

dalam al Quran dikatakan,
Lakum dinukum, waliyadiin
yg artinya adalah
Bagimu agama mu, bagiku agamaku
Islam adalah agama yg mensupport toleransi

SETUJU!
Bolehkan saya kutip tulisan anda, bung.
Tnx, Ip


Where's The Comment Form?

  • Foto-foto

    Lombok - Ahead to Gili Trawangan

    Lombok 2

    Lombok 3

    Lombok 4 - The beach of Gilis

    Lombok 5 - The Beach of Gilis

    More Photos
  • RSS Berita dari Adbusters

    • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
  • Cool Stuffs

    Gue pakai ini: openSUSE.org


  • My Del.iciou.us

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...