Puisi
Puisi tentang Tuhan
Sering Tuhan kita lihat sebagai sesuatu yang mengerikan, sesuatu yang menghukum kita dengan keras atas kesalahan-kesalahan kita, sesuatu yang akan mecampakkan kita ke neraka jika kita tidak mematuhi perintah-perintahNya. Akibatnya kita sering menjadi saleh secara berlebihan, kita mencoba menjadi agen Tuhan nomor satu, yaitu dengan mengutuki semua hal yang kita anggap dosa, menjauhi mereka-mereka yang [...]
Read Full Post | Make a Comment ( 12 so far )Perempuan yang Bertanya
Ia bertanya, “Bagaimana mestinya aku menjadi perempuan?”
Setelah heran karena ia bertanya pada seorang lelaki, aku menjawab:
Menjadi perempuan sama dengan menjadi lelaki,
Tidak lebih dan tidak kurang.
Jawaban selebihnya aku tak tahu.
Jangan tanya nenekmu, karena ingatannya jauh.
Jangan tanya ibumu, karena siapa tahu ia berpikir seperti bapakmu.
Jangan tanya tetanggamu karena ia akan menyuruhmu masuk rumah dan memasak.
Apalagi jangan tanya [...]
Pendosa
Kalau ada orang bertanya siapa aku
Akan kujawab “Aku pendosa”
Kalau mereka bertanya mengapa
Akan kujawab “Karena aku lemah”
Karena manusia telah jauh melangkah
Dari terangnya hari ke dalam pelukan gelap malam
Dari kesadaran bagai bintang
Menuju lubang hitam menghisap pekat
Kalau ada orang bertanya siapa aku
Akan kujawab “Aku pendosa”
Aku adalah seorang pendosa
Yang berhutang dan tak membayar
Yang berkhianat dan menikam
Yang memangsa dan mencekal
Yang [...]
Porno Parno
Siapa telanjang berbuat jahat
Karena telanjang itu maksiat
Tak tahu kenapa kita lahir bulat-bulat
Dengan mudah bisa diterka
Siapa telanjang masuk neraka
Tak tahu kenapa kita lahir dari lubang “paling porno”
Kaki
Ketika sendal yang biasa kupakai rusak,
Ia tak kupakai lagi.
Ketika sepatu yang biasa kuajak berjalan jebol,
Ia kuistirahatkan.
Sendal-sendal berlalu, sepatu berlalu,
Kakiku masih milikku selamanya
Dan harus kupercaya ia untuk membawaku melangkah.
Teman yang Telah Lalu
Ingatkah teman, ketika kita duduk ngobrol di tikungan jalan
Orang lewat menjuluki kita pemimpi?
Ingatkah kau ketika kita mendapat wangsit
Kerabat mengatakan kita mengigau?
Suatu hari di Buenos Aires
Seorang anak berlari riang
“Ibu ini bunga dari kebun hari ini.
Warna ungunya lebih cantik dari kapanpun
Pasti pelanggan akan senang”
Ibunya gembira,
Sebuah pelukan dan berkah mampir di dahi si anak
Dan bunga ungu segera dipajang
Di antara bunga lainnya
Kabar Hari Ini
Aku mencabik senar gitar bukan karena riang
Namun karena ada sepi yang mesti ditutupi
Aku bernyanyi lantang bukan karena baru gajian
Namun karena ada tanya yang tak terjawab.
Panggil Aku Luka
Panggil aku Luka
Karena telah berdarahlah aku.
Bercermin pada wajah bumi
Yang menjadi ungu karena dosa.
Panggil aku Luka
Karena putih tulangku terlihat
Menjadi tontonan anjing- anjing ngiler
Yang pernah aku pelihara.
Aku
Aku adalah sebuah benih
yang melayang ditiup angin
yang merana diterik matahari
yang kuyub ditimpa hujan























