<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kemarin, Hari Ini dan Esok</title>
	<atom:link href="http://aquinohayunta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aquinohayunta.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Mar 2009 17:42:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='aquinohayunta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f4d30474934cd3d7484a079bf636d924?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kemarin, Hari Ini dan Esok</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Aku Baca Namamu</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/03/30/aku-baca-namamu/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/03/30/aku-baca-namamu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 17:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Sekali dalam sehari ingatan di kepalaku mencari-cari wajahmu
Dan rasa riang di hatiku mencari-cari tawamu
Penciuman di hidungku rindu bau rambutmu
Rasa sok bijak di jiwaku rindu menertawai pertanyaan garink-mu<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=75&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aku warnai uban di rambutku<br />
Sebab setiap helainya iri pada rambut hitammu</p>
<p>Darah yang ada dalam nadiku memanggili namamu<br />
Sebab kau curi kemudaan yang mengalir di dalamnya</p>
<p>Kerutan awal di wajahku rindu sentuhan kulitmu<br />
Sebab kau mengingatkan pada kemulusannya</p>
<p>Sekali dalam sehari ingatan di kepalaku mencari-cari wajahmu<br />
Dan rasa riang di hatiku mencari-cari tawamu<br />
Penciuman di hidungku rindu bau rambutmu<br />
Rasa sok bijak di jiwaku rindu menertawai pertanyaan garink-mu</p>
<p>Dan kini aku hanya bisa membaca namamu<br />
Aku baca namamu sebab aku ingin mengenalmu huruf demi huruf<br />
Aku baca namamu sebab kini kau hanya:<br />
Sejumput kata<br />
Sebait masa lampau<br />
Separagraf kenangan<br />
Kata yang m e m u  d  a   r<br />
Kenangan yang m e n  g   h   i   l    a    n    g<br />
Jarak yang m  e  n   j   a   u    h<br />
Ingatan yang menua : : : . .  .<br />
&#8230;.<br />
..<br />
.</p>
<p>Aku baca namamu<br />
Sebab hurufmu tertulis di hatiku</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=75&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/03/30/aku-baca-namamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jaipongan vs Kesejahteraan</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/02/09/jaipongan-vs-kesejahteraan/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/02/09/jaipongan-vs-kesejahteraan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 17:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Jadi sungguh jauh lebih mudah membuat aturan-aturan berdasarkan moral atau agama daripada membuat peraturan yang sungguh-sungguh dapat menguntungkan rakyat. Jauh lebih gampang menyalahkan penari Jaipong daripada memberikan pendidikan gratis buat rakyatnya. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=72&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>What better way to &#8220;divide and conquer&#8221; a people than to turn the men against their own women?</em><br />
Untuk memecah suatu masyarakat, cobalah untuk membuat kaum laki-lakinya bersikap kontra terhadap kaum perempuannya sendiri. Kalimat di atas tercantum dalam sebuah jurnal feminis terbitan Kanada, Canadian Women Studies. Kalimat itu terdapat dalam suatu esai yang menceritakan bagaimana melalui kolonialisasi, kaum laki-laki suku aborigin telah direnggut kemampuan tradisionalnya seperti berburu dan memenuhi kebutuhan hidup, sehingga mereka menjadi tidak mampu memainkan perannya dalam masyarakat. Ini membuat para laki-laki itu menjadi pemarah, putus asa dan merasa gagal memenuhi “fungsinya” sebagai laki-laki. Pada gilirannya depresi yang mereka alami menyebabkan mereka menjadi keras hati dan melakukan kekerasan terhadap para perempuannya.</p>
<p>Walaupun kutipan di atas muncul dari situasi kolonial, namun sepertinya berlaku juga untuk sebagian besar kasus. Suatu masyarakat tidak akan maju jika kaum laki-lakinya selalu bersikap kontra terhadap kaum perempuannya. Bersikap kontra di sini bukan cuma menjajah atau melakukan kekerasan fisik saja, tapi juga termasuk tidak berbuat banyak untuk memperbaiki nasib perempuan atau menyalahkan perempuan atas penyakit sosial kemasyarakatan.</p>
<p>Baru-baru ini kita dengar kalau penari Jaipongan (yang tentunya perempuan) disalahkan karena dituduh dapat membangkitkan birahi laki-laki dengan 3G nya (goyang, geol dan gitek). Mereka disuruh menutupi ketiak karena dianggap merangsang. Sikap ini selaras dan sejalan dengan pemikiran di belakang terbentuknya UU Pornografi yang beberapa waktu lalu disahkan dengan alasan untuk melindungi moral bangsa dari serangan pornografi. Di balik UU itu tercetus pemikiran bahwa tubuh perempuan menjadi salah satu perusak moral bangsa. Walau banyak pasal dalam UU itu yang sudah direvisi karena desakan banyak pihak, namun jelas para pengusulnya memasukkan tubuh perempuan sebagai hal yang porno. Kita masih ingat ketika goyangan Inul Daratista dibilang porno, tarian Dewi Persik dibilang porno dan dilarang melakukan pertunjukkan di beberapa daerah seperti Cianjur. Padahal kita tahu bahwa di Cianjur praktik kawin kontrak sering berlangsung. Pemerintah daerahnya justru tidak berusaha supaya praktek kawin kontrak yang merugikan perempuan itu hilang, namun malah melarang Dewi Persik tampil di sana. Seolah-olah tubuh Dewi Persik yang bergoyang lebih merusak moral daripada kawin kontrak. Sementara itu di banyak tempat lain praktik poligami malah dianggap sebagai hal yang wajar.</p>
<p>Sebenarnya relasi laki-laki dan perempuan sifatnya timbal balik. Segala persoalan sosial baiknya dipecahkan bersama antara laki-laki dan perempuan, dan tidak perlu ada salah satu pihak yang menyalahkan pihak lainnya sebagai sumber persoalan bangsa. Namun karena kepentingan politik, tubuh dan perilaku perempuanlah yang diangkat sebagai permasalahan. Kenapa? Karena paling mudah bagi suatu pemerintahan untuk mengontrol wilayah pribadi warganya daripada memperbaiki kehidupan mereka. Karena dengan bertindak mengatur moral masyarakat, seolah-olah pemerintah sudah berbuat banyak, sudah membasmi penyakit masyarakat.</p>
<p>Padahal penyakit masyarakat bukan hanya moral (dan moralpun bukan hanya sebatas seksualitas) tp juga kemiskinan, pelanggaran hak asasi dan kebodohan. Di Pandeglang misalnya, pemerintah daerahnya mempromosikan kebijakan moral berupa pemisahan kelas antara laki-laki dan perempuan, namun di sisi lain beberapa program yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat malah tidak berhasil meningkatkan kualitas hidup warganya. Belakangan bupatinya malah tersangkut dugaan korupsi.</p>
<p>Jadi sungguh jauh lebih mudah membuat aturan-aturan berdasarkan moral atau agama daripada membuat peraturan yang sungguh-sungguh dapat menguntungkan rakyat. Jauh lebih gampang menyalahkan penari Jaipong daripada memberikan pendidikan gratis buat rakyatnya. Jauh lebih mudah mensahkan UU Pornografi daripada menuntaskan kasus-kasus pelanggaran hak asasi atau memenuhi ganti rugi korban lumpur Sidoarjo.</p>
<p>Kini tak perlu heran jika ada pejabat atau partai yang bicara soal moral, kita periksa baik-baik dulu apakah mereka memiliki program yang mampu mengangkat harkat hidup orang banyak atau tidak. Kebijakan soal moral, apalagi yang menyangkut tubuh perempuan, dapat membuat masyarakat terpecah, antara kaum laki dengan perempuannya sehingga mereka lupa akan tujuan hidup mereka yang lebih besar. Dan praktek seperti ini tidak banyak berbeda dengan praktek kolonialisme yang digunakan untuk memecah belah dan memperlemah masyarakat yang dijajahnya. Artinya pula, kita masih hidup dalam suasana pemikiran ala penjajahan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=72&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/02/09/jaipongan-vs-kesejahteraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Aksi Solidaritas Pilih-Pilih Sasaran</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/01/05/ketika-aksi-solidaritas-pilih-pilih-sasaran/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/01/05/ketika-aksi-solidaritas-pilih-pilih-sasaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 17:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Gempa di Papua hari ini merupakan peringatan agar kita tidak melupakan sesama kita yang dekat sekaligus menjadi ujian apakah pihak2 yang menyatakan solidaritasnya ke Palestina juga melakukan hal yang sama untuk rekan satu negaranya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=69&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini aku pergi naik kereta rel listrik sampai stasiun Cawang, dan dari sana jalan kaki menuju kedutaan besar Saudi Arabia. Puluhan orang sudah dengan manisnya berdemo di sana (demo kok manis?). Beberapa wajah yang tak asing juga sudah nongkrong persis di depan gerbang kedutaan tersebut. Ada apa nih kok ngumpul-ngumpul di depan Kedubes Saudi Arabia siang-siang bolong 35 derajat celcius begini? Ini laporannya:</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Hari ini giliran Kedutaan Besar Saudi Arabia yang terkena demonstrasi terkait isu penyerangan Israel ke Jalur Gaza. Sejumlah anggota masyarakat tampak memenuhi gerbang kedutaan tersebut sambil meneriakkan tuntutan mereka.</p>
<p>Kelompok masyarakat ini menamakan dirinya Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina. Kelompok ini menilai bahwa negara-negara Timur Tengah, termasuk Saudi Arabia dan Mesir hanya bersikap ala kadarnya, memberi yang paling minim dari semestinya yang dapat mereka sumbangkan. Tak ada yang bisa dilakukan oleh negara-negara Timur Tengah tersebut kecuali melakukan ritus pertemuan, konferensi untuk kemudian menerbitkan rekomendasi yang tidak memiliki pengaruh nyata ke dalam penyelesaian konflik.</p>
<p>Padahal negara-negara Timur Tengah tersebut memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menekan baik Israel maupun sekutunya, Amerika Serikat. Dipercaya bahwa keterlibatan negara-negara Timur Tengah secara intensif akan mempercepat tercapainya negara Palestina merdeka.</p>
<p>Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina memandang bahwa bangsa Palestina berhak untuk merdeka, dan tindakan Israel kepada mereka sebetulnya mirip dengan tindakan Holocaust yang dulu diperbuat oleh Nazi Jerman kepada warga keturunan Yahudi di Eropa ketika Perang Dunia ke II dahulu.</p>
<p>Setelah menyampaikan pendapatnya, mereka bergerak ke Kedubes Mesir untuk menyampaikan tuntutan yang sama. (Ternyata baru keesokan harinya ke Kedutaan Mesirnya)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Aku bergabung dalam aksi itu karena ada dua keprihatinan sekaligus:<br />
1. Prihatin akan nasib korban-korban sipil (terutama anak-anak) dalam konflik antara Israel dan Hamas.<br />
2. Prihatin karena aksi-aksi keprihatinan yang ada sering dijual untuk kepentingan promosi politik, sehingga salah satu akibatnya adalah aksi solidaritas yang pilih-pilih sasaran.</p>
<p>Aku yakin kita semua berbagi keprihatinan yang sama untuk nomor 1 di atas, namun tidak untuk yang nomor 2. Kalau mau konsisten dan serius seharusnya aksi solidaritas ditujukan kepada semua pihak yang berkontribusi pada konflik ini dan yang membiarkan serta menarik keuntungan dari konflik ini. Dalam konsep Hak Asasi Manusia, pembiaran terhadap terjadinya pelanggaran HAM sesungguhnya adalah pelanggaran HAM juga.</p>
<p>Kita bisa lihat betapa negara-negara Arab tidak berbuat banyak, bahkan pemerintah Mesir tidak kunjung membuka pintu perbatasan di Rafah bagi bantuan ke Palestina (<a rel="nofollow" href="http://www.detiknews.com/read/2009/01/05/143246/1063265/10/krisis-tokoh-timur-tengah-terpaksa-cueki-palestina" target="_blank"><span>http://www.detiknews.com/r</span><span>ead/2009/01/05/143246/1063</span><span>265/10/krisis-tokoh-timur-</span><span>tengah-terpaksa-cueki-pale</span>stina</a>). Betapa ironisnya ketika &#8220;teman-teman dekat&#8221; Palestina juga membiarkan tragedi itu terjadi. Kalau AS dan Israel semua orang juga sudah tahu kalau mereka itu sumber permasalahannya, tapi orang sering lupa pada &#8220;teman-teman dekat&#8221; ini sebetulnya juga bermain dalam konflik ini.</p>
<p>Lihat juga tulisan ini:<br />
<a rel="nofollow" href="http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2009010123594416" target="_blank"><span>http://www.lampungpost.com</span><span>/buras.php?id=200901012359</span>4416</a></p>
<p>Di mana puluhan ribu massa yang kemarin dg gagah berani mendemo kedutaan AS? Kenapa mereka tidak hadir di kedutaan Saudi Arabia juga hari ini? Kita bisa mempertanyakan ada apa di balik sikap mereka yang tidak konsisten tersebut? Ada banyak spekulasi beredar di luar sana bahwa mereka menjual isu Palestina untuk menggalang dukungan masyarakat. Menggalang dukungan di atas penderitaan rakyat Palestina. Tapi tentu kita tidak boleh percaya begitu saja dengan spekulasi. Kita mesti punya indikator yang lain untuk menilai apakah kira-kira spekulasi itu betul. Gempa di Papua yang baru saja terjadi bisa jadi salah satu indikator buat menilai keesungguhan gerakan kemanusiaan yg mereka gelar.</p>
<p>Gempa di Papua hari ini merupakan peringatan agar kita tidak melupakan sesama kita yang dekat sekaligus menjadi ujian apakah pihak2 yang menyatakan solidaritasnya ke Palestina juga melakukan hal yang sama untuk rekan satu negaranya. Yah, paling tidak kalau kemarin ada 50 ribu orang berhasil dikerahkan untuk demo Palestina, tentu tidak sulit menyisihkan 5000 orang saja untuk solidaritas dg Papua. Lagipula lebih murah biaya ke sananya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Omong-omong, Fadjroel Rachman juga membuat catatan serupa:<br />
<a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=731595563&amp;ref=name#/note.php?note_id=54774198942&amp;ref=mf" target="_blank"><span>http://www.facebook.com/pr</span><span>ofile.php?id=731595563&amp;ref</span><span>=name#/note.php?note_id=54</span>774198942&amp;ref=mf</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=69&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/01/05/ketika-aksi-solidaritas-pilih-pilih-sasaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta yang Menyiksa dan Membebaskan</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/12/30/cinta-yang-menyiksa-dan-membebaskan/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/12/30/cinta-yang-menyiksa-dan-membebaskan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 17:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Cinta sungguh sesuatu yang sulit dibicarakan. Demikian maju peradaban manusia, masih juga orang bicara tergagap-gagap tentang cinta. Tak beda ketika orang harus bicara masalah kebebasan, Tuhan dan soal seksualitas. Isu-isu ini tidak pernah tuntas dibicarakan dan tidak pernah berhenti menjadi problem sekaligus energi penggerak hidup manusia.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=66&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Cinta sungguh sesuatu yang sulit dibicarakan. Demikian maju peradaban manusia, masih juga orang bicara tergagap-gagap tentang cinta. Tak beda ketika orang harus bicara masalah kebebasan, Tuhan dan soal seksualitas. Isu-isu ini tidak pernah tuntas dibicarakan dan tidak pernah berhenti menjadi problem sekaligus energi penggerak hidup manusia.</p>
<p>Minggu ini kebetulan topik yang lagi hangat di sekitaranku adalah soal cinta. Dan cinta benar-benar menjadi persoalan yang berat, merundung serta becek.</p>
<p>Berat karena yang terjadi adalah kesusahan, pembelengguan dan menghabiskan energi. Merundung karena orang-orang yang terlibat mengalami kesuntukan parah, tersiksa dan tidak bebas bergerak. Becek karena akibatnya kena ke orang-orang di sekitar mereka. Ada empat kasus soal cinta yang aku lihat minggu ini dan semuanya menyiksa. Ada cinta segi tiga, segi empat, ada soal kepribadian yang berubah karena berusaha mempertahankan cinta, ada yang rela diduakan karena tidak mau melepas pacarnya alias cinta mati. Dan ada fitnah bertebaran karena cinta.</p>
<p>Yang jelas kalau cinta biasanya membuat orang senyum, tertawa, bahagia dan awet muda, cinta yang mereka alami ini justru membuat pusing kepala, pengekangan, stres – bahkan sakit fisik parah.</p>
<p>Seorang teman berkomentar bahwa “cinta itu membebaskan, bila kemudian cinta membuat kita takut, khawatir, cemas, mengingat dan tidak menjadikan orang yang kita cintai berkembang, itu namanya bukan cinta, tapi cinta diri sendiri, karena kemudian orang lain sadar atau tidak &#8220;diperalat&#8217; untuk memberi keamanan terhadap dirinya &#8230;&#8230;.. dan bila cinta sudah membuat perhitungan itu bukan cinta namanya tapi barter&#8230;”</p>
<p>Bila memang cinta itu membebaskan, berarti hanya sedikit saja dari kita yang benar-benar dianugerahi kesempatan untuk merasakan cinta. Apakah sebagian besar orang sebetulnya hanya merasakan suatu perasaan cinta yang palsu? Kalau cinta memang harus membebaskan, betapa sulitnya manusia meraih cinta itu. Padahal dalam kenyataan sehari-hari begitu mudahnya orang merasakan jatuh cinta. Apakah perasaan yang demikian ini bukan cinta namanya?</p>
<p>Aku pikir persoalannya adalah karena cinta sering dipandang sebagai sesuatu yang ada di luar sana, di luar diri manusia. Sehingga manusia akan bahagia jika energi besar bernama cinta itu bersedia menghampiri manusia, dan dengan demikian melengkapi kekurangan manusia. Pandangan ini tercermin dari kisah Adam dan Hawa, dimana Adam mencari tulang rusuknya yang hilang di luar sana, dan sesuatu yang hilang itu adalah Hawa. Tanpa energi pelengkap ini orang percaya hidupnya tidak akan lengkap. Pandangan ini persis seperti cara pandang bahwa Tuhan adalah suatu entitas yang berada di luar diri manusia, energi yang sangat besar, yang sangat kuasa, sehingga manusia menjadi kecil di hadapan Entitas ini. Cara memandang Tuhan seperti ini membuat manusia takut akan Tuhan, menganggap bahwa Tuhan adalah mahluk penghukum yang posisinya jauh di atas manusia. Orangpun berlomba-lomba untuk semakin dekat dengan posisi yang “jauh di atas” sana dengan cara apapun, termasuk dengan cara menghakimi orang yang dianggap akan membuat Tuhan murka, dengan menghakimi orang-orang yang dianggap murtad, kafir dan sebagainya. Kebencian dan irasionalitaslah yang lantas muncul dari tuhan semacam ini.</p>
<p>Begitu juga jika kita memandang bahwa cinta adalah di luar diri manusia, kita akan selalu menganggap bahwa cinta itu datangnya dari luar diri kita, dan jika kita tidak dicintai oleh orang lain, maka diri kita menjadi kurang berharga. Atau bisa jadi kita merasa jadi pribadi yang lengkap hanya kalau kita bisa mengumpulkan sebanyak mungkin luapan asmara dari orang di sekitar kita. Orang jadi terobsesi untuk menguasai cinta, untuk mengumpulkan cinta sebagaimana mereka mengumpulkan harta. Dan otomatis mereka memperlakukan cinta dengan prinsip-prinsip orang berdagang; “ada uang, ada jasa” atau “anda cinta, saya cinta – anda tak cinta saya bisa kejam terhadap anda”. Mereka memperlakukan cinta seperti mereka memperlakukan berlian; menyimpannya erat di dalam lemari besi pengekangan, kewaspadaan dan kecurigaan.</p>
<p>Cinta yang demikian menjadi tidak bebas, karena takut barang miliknya hilang, maka seseorang mempertahankannya dengan segala cara, termasuk dengan bertikai, memfitnah atau bahkan main dukun. Dan ketika segala upaya sudah dikerahkan namun sang cinta tak bisa diperoleh, maka permusuhanlah yang muncul sebagai gantinya. Benci tapi rindu kata pepatah.</p>
<p>Cara pandang demikian ternyata juga menyebabkan manusia mengalami krisis kepercayaan diri. Karena menganggap diri gagal untuk menghimpun energi cinta dari orang lain, orang akan cenderung menganggap dirinya tidak berharga atau tidak pantas dicintai.</p>
<p>Kini saatnya kita sadar kalau cinta itu sebetulnya manunggal dalam diri setiap manusia. Manusia tidak perlu repot-repot menghimpun energi cinta seperti orang menghimpun kekayaan dari luar. Ini mirip dengan pandangan bahwa Tuhan itu bukan sekedar entitas di luar diri manusia yang tidak terjangkau, namun Tuhan itu sesungguhnya manunggal di dalam setiap unsur alam semesta, termasuk di dalam diri manusia, manunggaling kawula Gusti kata orang Kejawen. Segala sesuatunya adalah manifestasi Tuhan, sehingga tidak ada manusia yang lebih benar dan lebih baik dari manusia lain di hadapan Tuhan. Kalau kita memandang Tuhan dengan cara seperti ini, tentu kita tidak akan menuduh orang lain kafir, kita tidak akan ribut-ribut soal ajaran agama manakah yang paling benar. Karena kita percaya bahwa banyak jalan yang bisa membawa kita kepada Tuhan. Tuhan menjelma di mana-mana. Kita tidak berlomba-lomba meraih posisi Tuhan di atas sana dengan menumpuk pahala-pahala kita sebagai tumpuan menuju Tuhan yang tinggi. Hanya ketika kita “menarik” Tuhan keluar dari diri kita, maka kesengsaraan dan “dosa” terjadi. Kita meninggalkan Tuhan, bukan Tuhan yang meninggalkan kita.</p>
<p>Begitu pula dengan cinta, kalau kita sadar bahwa cinta itu mewujud dalam diri kita sejak kita ber-Ada, maka kita tidak tergantung dengan suplai cinta dari luar. Kita tidak akan menjadi posesif, kita tidak akan kecewa berkepanjangan kalau ada orang menolak memberikan energi cintanya kepada kita, kita tidak akan merasa diri kurang komplit tanpa cinta dari luar. Cinta semacam ini sifatnya lentur dan bebas. Kita bisa mencintai orang tanpa menganggapnya sebagai hak milik yang harus dipertahankan dari ancaman luar. Kita bahkan bisa mencintai banyak orang sekaligus dalam satu waktu dengan berbagai macam perasaan yang datang dan pergi. Cinta menjadi sesuatu yang menyenangkan karena sifatnya yang dinamis dan timbal balik. Energi cinta tidak dibekap sehingga menjadi keruh, namun ia dibiarkan mengalir dan lepas.</p>
<p>Tentu masih akan ada kekecewaan jika orang yang kita cintai bersikap buruk pada kita, namun rasa kecewa itu tidak menjadi rasa frustasi, tidak menjadi rasa benci, karena kita yakin bahwa tidak ada yang terenggut dari diri kita. Kita tetap bisa mencintai dan memiliki cinta walau orang lain tidak membalas cinta kita dengan perlakuan yang baik. Dengan demikian kita akan terfokus dengan cinta, bukan dengan individu. Kita kecewa bukan karena merasa diri tidak berharga namun lebih karena energi kita tidak bergayung sambut dengan orang lain. Dan kita bisa segera melanjutkan hidup kita tanpa perlu terpuruk lama-lama karena patah cinta.</p>
<p>Namun apakah cinta yang demikian lantas tidak memiliki bentuk? Kepada siapakah cinta yang paripurna akan kita persembahkan, jika memang cinta itu tidak berbatas dan tidak termonopoli? Komitmen adalah jawabannya. Kita bisa mencintai beberapa orang sekaligus dalam satu waktu, namun karena kita mahluk sosial yang bertanggung jawab kepada manusia lain, tentu kita harus menetapkan pilihan kepada siapa saya akan berbagi cinta dalam hidup ini. Komitmen ini berguna agar cinta yang tak berbatas itu tidak menjadi bahan rebutan atau pengumpulan selayaknya hak milik.</p>
<p>Pada akhirnya, cinta yang manunggal ini akan membebaskan manusia. Membebaskan seperti apa? Membebaskan dari keterlekatan dan keterikatan. Membebaskan karena ia sifatnya berbagi bukan menghimpun, melepaskan bukannya mengekang.</p>
<p>Setujukah anda dengan pendapatku ini? Sori kalau masih terlalu abstrak.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=66&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/12/30/cinta-yang-menyiksa-dan-membebaskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Pasal-Pasal RUU Pornografi</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/09/23/di-balik-pasal-pasal-ruu-pornografi/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/09/23/di-balik-pasal-pasal-ruu-pornografi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 16:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Dalam acara sosialisasi RUU tentang Pornografi yang diadakan di kantor Kementrian Negara Peranan Perempuan hari Rabu yang lalu duduk dua kubu yang memiliki pendapat berbeda soal RUU tersebut. Yang khusus saya catat dari kedua kubu itu ada dua; pertama bahwa penampilan kedua belah pihak sama-sama sopan, berpakaian pantas dan sama sekali tidak porno. Yang kedua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=64&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam acara sosialisasi RUU tentang Pornografi yang diadakan di kantor Kementrian Negara Peranan Perempuan hari Rabu yang lalu duduk dua kubu yang memiliki pendapat berbeda soal RUU tersebut. Yang khusus saya catat dari kedua kubu itu ada dua; pertama bahwa penampilan kedua belah pihak sama-sama sopan, berpakaian pantas dan sama sekali tidak porno. Yang kedua saya mengamati bahwa kedua belah pihak, ternyata sama-sama prihatin dengan masalah pornografi, pemerkosaan dan soal perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan seksual.</p>
<p>Kenapa persamaan ini saya tampilkan ke muka? Karena dari sini kita bisa melihat bahwa pada subtansi pornografinya, semua pihak sepakat, bahwa perlu ada penanggulangan soal itu. Jadi tidak betul anggapan-anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa kubu penolak pornografi adalah kubu yang senang atau diuntungkan oleh industri porno. Tidak betul bahwa jika RUU Pornografi tidak disahkan maka orang akan berjalan-jalan di mall atau di pasar menggunakan bikini. Tidak betul bahwa kubu penentang RUU Porno adalah kubu yang senang telanjang atau amoral. Dari segi penampilan saja hari itu mereka sopan-sopan. Bahkan di antara mereka yang menolak RUU ini terdapat mereka yang sudah lama memperjuangkan dan menyerukan agar pornografi dapat diberantas. Advokasi mereka ini antara lain melahirkan Undang-Undang Perlindungan Anak dan UU Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, perjuangan yang telah lama dilakukan sebelum draft RUU APP menjadi heboh pada tahun 2006.</p>
<p>Jadi kenapa ada pertentangan yang tajam mengenai RUU tersebut, jika semua pihak sepakat untuk menolak pornografi? Kita dapat mengerti akan hal ini jika kita melihat bahwa ada persoalan ideologis di balik RUU tersebut. Persoalan ideologis inilah yang saat ini memecah bangsa kita. Ideologisasi yang terjadi dapat dilihat dari istilah-istilah yang dibuat oleh para pendukung RUU ini, misalnya ketika pengesahan RUU ini disebut “sebagai kado Ramadhan”. Kesan ideologisasi tertentu terasa jelas di sini, ketika RUU ini dihubungkan dengan salah satu hari raya keagamaan, bukan dihubungkan dengan kepentingan bangsa yang lebih besar. Dalam acara sosialisasi tersebut, wakil dari Majelis Rakyat Papua pun hampir tidak memperoleh kesempatan untuk bicara dengan alasan Tim Pansus sudah pernah bertemu dengan Majelis Rakyat Papua sebelumnya dan menganggap perwakilan yang hadir di situ lebih merupakan cerminan individu belaka. Sikap ini dapat ditafsirkan merupakan miniatur dari sikap sebagian kalangan kita yang kerap memandang bahwa rakyat Papua itu hanyalah suatu entitas homogen di ujung Indonesia sana yang suaranya mewakili kubu minoritas dan tidak signifikan untuk didengarkan.</p>
<p>Dalam jumpa pers yang dilaksanakan dua hari sebelumnya di gedung DPR, sejumlah orang yang pro terhadap RUU ini menggunakan termin “mayoritas dan minoritas”, bahwa di manapun di iklim demokrasi, kata mereka, suara yang terbanyaklah yang menang. Jika kita melihat termin-termin di atas seperti “kado Ramadhan” atau “mayoritas-minoritas” maka bisalah kita memperoleh gambaran bahwa memang ada persoalan ideologis yang bermain di sana, persoalan bagaimana mereka yang merasa mewakili mayoritas sedang mendesakkan keinginannya kepada minoritas. Anda sendiri bisa membaca sendiri istilah-istilah lainnya yang digunakan oleh para pendukung RUU Pornografi yang muncul di media massa. Bahkan dua tahun lalu sempat ada komentar untuk memuseumkan pakaian-pakaian daerah yang dianggap sensual. Masih ingatkah anda siapa yang memberikan komentar tersebut?</p>
<p>Perkara ideologis lainnya adalah para penyedia jasa pornografi dan mereka yang mendukung RUU ini sebetulnya memiliki anggapan yang sama bahwa tubuh manusia (apalagi perempuan!) dan seks adalah sesuatu yang menggoda. Hanya saja anggapan yang sama ini melahirkan sikap yang berbeda. Jika industri pornografi mengeksploitasi tubuh dan seks, pihak lainnya justru ingin menutupinya dalam-dalam. Kedua perilaku ini sebetulnya berasal dari pandangan yang sama. Seharusnya seks maupun tubuh manusia bisa dipandang secara netral, dan akal sehat manusia dikaruniakan untuk melindungi tubuh dan seksualitas, bukan mengeksploitasi atau bahkan menghujatnya sebagai sumber dosa. Jika kita melihat seks dan tubuh sebagai sumber dosa, akibatnya kita tidak pernah dewasa dalam menghadapi persoalan seputar seks dan tubuh. Kita tidak akan paham bahwa pornografi terjadi bukan karena orang memakai baju terbuka, namun karena ada eksploitasi. Kita tak akan pernah paham pentingnya pendidikan seks sebagai salah satu upaya untuk mengurangi maraknya peredaran video porno buatan sendiri misalnya.</p>
<p>Dalam RUU Pornografi terdapat pula persoalan kekuasaan. Tengok saja pasal 20 dan 21 yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah dan kelompok masyarakat untuk turut memberantas pornografi. Belum hilang dari ingatan kita bagaimana kelompok-kelompok yang merasa memegang otoritas moral dan kebenaran melakukan kekerasan terhadap sesama warga Negara. Pasal-pasal tersebut seolah-olah merangsang orang untuk mendirikan milisi-milisi sipil. Dan milisi-milisi tersebut mendapat perlindungan hukum dalam RUU ini. Sungguh sesuatu yang mengkhawatirkan, apalagi kita tahu bahwa hanya mereka yang terorganisir serta memiliki kekuasaan serta akses besar yang dapat membentuk, mengendalikan dan mendanai milisi-milisi semacam ini. Sungguh pasal 21 RUU ini merupakan pasal yang berbahaya, yang penulis pikir justru menjadi inti mengapa sebagian orang begitu ngotot untuk menggolkan RUU ini.</p>
<p>Jadi walaupun kedua belah pihak sepakat tentang pentingnya pemberantasan pornografi, namun jelas di antara keduanya ada jurang yang terentang lebar. Kita bisa merasakan suasana bahwa ada ideologi monolitik sedang dipaksakan, yang bisa merusak keragaman yang ada di Negara ini. Dan pasal-pasal yang tercantum di sana sampai saat ini masih bisa ditafsirkan sesuai kepentingan ideologi monolitik tersebut. Tidak ada jaminan di sana bahwa tidak akan ada multitafsir dalam pelaksanaannya. Karenanya pantaslah jika kita masih menolak RUU ini untuk disahkan. Bukan karena kita mendukung pornografi, namun karena kita menolak ideologi monolitik yang sedang dipaksakan secara sembunyi-sembunyi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=64&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/09/23/di-balik-pasal-pasal-ruu-pornografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi tentang Tuhan</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/08/19/puisi-tentang-tuhan/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/08/19/puisi-tentang-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 17:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Sering Tuhan kita lihat sebagai sesuatu yang mengerikan, sesuatu yang menghukum kita dengan keras atas kesalahan-kesalahan kita, sesuatu yang akan mecampakkan kita ke neraka jika kita tidak mematuhi perintah-perintahNya. Akibatnya kita sering menjadi saleh secara berlebihan, kita mencoba menjadi agen Tuhan nomor satu, yaitu dengan mengutuki semua hal yang kita anggap dosa, menjauhi mereka-mereka yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=57&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sering Tuhan kita lihat sebagai sesuatu yang mengerikan, sesuatu yang menghukum kita dengan keras atas kesalahan-kesalahan kita, sesuatu yang akan mecampakkan kita ke neraka jika kita tidak mematuhi perintah-perintahNya. Akibatnya kita sering menjadi saleh secara berlebihan, kita mencoba menjadi agen Tuhan nomor satu, yaitu dengan mengutuki semua hal yang kita anggap dosa, menjauhi mereka-mereka yang menurut kita tidak menjalankan perintahNya dengan baik.</p>
<p>Kita lantas menghukum dan mendera orang lain yang berdosa. Mencurigai sesama yang memiliki kelainan dari kita, entah kelainan agama, ras atau ideologi. Dunia menjadi tempat yang mengerikan karena ketakutan kita akan Tuhan.</p>
<p>Aku percaya bahwa Tuhan tidaklah seperti itu.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>Puisi Tentang Tuhan</strong></p>
<p>Kata mereka Tuhan itu pemarah,<br />
Penghukum mereka yang laknat.</p>
<p>Kataku Tuhan itu lembut,<br />
Melindungi aku dengan langit seperti selimut.</p>
<p>Kata mereka Tuhan itu penghukum,<br />
Menjebloskan ke neraka mereka yang murtad.</p>
<p>Kataku Tuhan itu humoris,<br />
Menaruh kelucuan pada anak kecil dan binatang</p>
<p>Tuhan bukan pencatat dosa,<br />
Ia itu seniman.<br />
Ia melukis pantai, gunung dan awan.<br />
Ia membentuk manusia, wajah demi wajah<br />
roh demi roh.<br />
Ia meletakkan matahari di cakrawala<br />
Dan memainkan kuasnya menaburkan warna-warni emas</p>
<p>Tuhan bukan hakim yang mengintai di tikungan<br />
Menyergapmu kala kau berdosa.<br />
Ia itu kekasih.<br />
Yang mengampuni, yang membelai,<br />
Yang disakiti namun kembali.<br />
Yang dikhianati namun memaafkan.</p>
<p>Sabda Tuhan bukan vonis,<br />
Melainkan nyanyian yang merdu<br />
Yang ia tanam di kicau burung,<br />
Yang ia tabur di cekikik anak kecil,<br />
Yang ia lantunkan di hembusan angin</p>
<p>Mata Tuhan bukan pedang yang menembus jiwamu<br />
Mata-Nya adalah mentari,<br />
yang menumbuhkan benih harapan di jiwamu,<br />
yang mencairkan kebekuan di benakmu,</p>
<p>Tangan Tuhan bukanlah pembatas,<br />
Namun adalah rahim<br />
Yang melingkupi engkau kala siang kala malam<br />
Yang seperti ketuban mengandungmu<br />
Agar jiwamu lahir kembali dengan sempurna.</p>
<p>Terkadang aku memanggil Tuhan itu Bapak,<br />
Kadang Bunda,<br />
Dan Ia memperlakukanku seperti anak<br />
Ia menyambutku seperti pengantin</p>
<p>Dan ketika sangkakala akhir jaman bertiup,<br />
Kita bukan akan terbang ke awan tinggi<br />
Atau ke bawah bumi menuju sang api<br />
Namun melebur ke dalam inti hati kita<br />
Dan bertemu Tuhan<br />
Yang sudah lama bersemayam di sana.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=57&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/08/19/puisi-tentang-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lucunya Orang Beragama di Indonesia – Kasus Sinetron “Sebuah Penantian”</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/19/lucunya-orang-beragama-di-indonesia-%e2%80%93-kasus-sinetron-%e2%80%9csebuah-penantian%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/19/lucunya-orang-beragama-di-indonesia-%e2%80%93-kasus-sinetron-%e2%80%9csebuah-penantian%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 15:57:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kemarin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/19/lucunya-orang-beragama-di-indonesia-%e2%80%93-kasus-sinetron-%e2%80%9csebuah-penantian%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[Harus kita akui bahwa banyak film layar lebar maupun televisi yang mampu menggugah pemirsanya. Menggugah dalam arti sederhana seperti terharu, gembira, optimis, sampai menggugah dalam arti yang lebih kuat lagi seperti memotivasi atau merubah sikap dan perilaku.

Sejumlah besar orang percaya bahwa Sinetron “Sebuah Penantian” adalah salah satu film televisi yang akan mampu memberikan perubahan besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=47&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Harus kita akui bahwa banyak film layar lebar maupun televisi yang mampu menggugah pemirsanya. Menggugah dalam arti sederhana seperti terharu, gembira, optimis, sampai menggugah dalam arti yang lebih kuat lagi seperti memotivasi atau merubah sikap dan perilaku.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sejumlah besar orang percaya bahwa Sinetron “Sebuah Penantian” adalah salah satu film televisi yang akan mampu memberikan perubahan besar pada penontonnya. Sinetron ini dimaksudkan sebagai sinetron rohani untuk orang Kristen, namun ternyata ia juga mendapat perhatian dari orang Islam.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sebagian (ingat, saya memakai kata sebagian di sini) orang Kristen percaya bahwa sinetron tersebut dapat menggugah orang yang menontonnya, syukur-syukur bisa membantu pemirsa menerima warta gembira yang dibawa oleh agama Kristen. Teman saya mengirimkan SMS berbunyi:</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>“Tolong forward sebanyak mungkin. Pemutaran film rohani &#8220;SEBUAH PENANTIAN&#8221; 15 Desember 16.30-17.30 WIB di RCTI Film oleh Billy Graham Ministry. Film pernah diputar di India &amp; hasilnya sudah menggugah jutaan jiwa untuk terima Tuhan Yesus..Pray for this..Karna film yang diputar tidak diklankan -GBU-“</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sebelum SMS ini saya sudah melihat sejumlah email beredar di beberapa <i>mailing list</i> yang bunyinya serupa. Mereka yang menulis, mem-<i>forward</i> email dan SMS ini tentu percaya bahwa sebuah sinetron dapat mengubah iman jutaan orang dalam durasi kurang dari 1 jam (karena diselingi iklan).  Saya sendiri tidak tahu bagaimana mereka bisa mendapatkan angka “jutaan” tersebut. Apakah memang ada survei yang dilakukan setelah film tersebut diputar di India, dan secara stastistik angka orang yang pindah ke agama Kristen naik secara tiba-tiba pada waktu yang sama. Jikapun memang ada penambahan besar-besaran seperti itu, apakah memang betul itu diakibatkan oleh film tersebut? Sulit untuk menjawabnya, kecuali di pesawat televisi orang-orang dipasangi alat sensor agama seperti alat yang mampu mengukur rating acara televisi.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Bagaimana dengan sikap dari orang Islam? Sebagian (ingat, saya memakai kata sebagian di sini) orang Islam ternyata juga percaya bahwa sinetron tersebut mungkin saja dapat membuat orang yang beriman dapat tiba-tiba pindah agama hanya dalam waktu kurang dari 1 jam. Rupanya email yang di <i>forward</i> teman-teman Kristen terbaca oleh teman-teman Islam dan kemudian menimbulkan semacam ketakutan. Salah satu email yang disebarluaskan oleh teman-teman Islam berbunyi:</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>“Assalamu alaikum wrwb.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>WASPADAI !!! Misi gereja di TV pada tanggal 15 Desember 2007, jam 16.30-17.30 serentak di RCTI, TRANS TV, TVRI. Judul : &#8220;My Hope Indonesia&#8221;<br />
diganti menjadi &#8220;Sebuah Penantian&#8221;. Di India pernah diputar dengan judul yang sama &amp; berhasil menghipnotis jutaan penduduknya.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>Berikut ada bocoran mengenai misi dari Gereja yang akan ditayangkan di TV tanggal 15 Desember 2007, eleiminir keluarga kita khususnya anak2 agar terjaga dari tontonan dimaksud. QS. At Tahrim (66) : 6.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>Kirim complain ke http://www.kpi. &lt;http://www.kpi.go.id/&gt; go.id/ bahwa umat islam keberatan dan menolak keras atas akan ditayangkannya acara pemurtadan masal ini di seluruh statiun TV!!! Dan meminta untuk dibatalkan penayangannya.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>Atau bagi yang tetap penasaran menonton, sebaiknya jangan lepas dari wudhu selama menonton film ini agar terhindar dari ‘Kuasa Gelap’ dan dilindungi oleh Allah SWT&#8221;,</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sinetron ini ternyata dianggap bagian dari pemurtadan massal. Selain karena diputar di televisi, sinetron ini digambarkan disertai dengan mantra-mantra ajaib yang dapat menyulap pemirsanya menjadi lupa diri dan pindah agama. Sungguh-sungguh ajaib! Saya sering makan mie instan, tapi baru kali ini dengar ada metode pemindahan agama yang juga sangat instan. Namun sejumlah orang percaya pada hal ini, mengingat bahwa email-email peringatan ini di <i>forward</i> ke banyak orang. Bahkan teman saya yang lulusan segar dari sebuah jurusan Filsafat universitas negeri terkemuka juga percaya bahwa ada semacam magic yang menyertai acara-acara kerohanian Kristen di televisi. Teman saya itu lupa bahwa acara Mimbar Agama di televisi itu pastinya berisi syiar agama, entah itu agama Islam, Kristen, Hindu atau Budha, yang ditujukan untuk para pemeluk agama itu sendiri. Semua agama dapat porsi dan kesempatannya untuk tampil di televisi.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Saya sendiri karena penasaran menanti dan akhirnya melihat sinetron tersebut. Ia bercerita soal pengampunan, tema standar film-film Kristen. Seorang Ayah diceritakan pergi bersama perempuan lain, dan meninggalkan istrinya, seorang anak laki dan seorang anak perempuan. Peristiwa itu begitu membekas di hati sang anak laki. Bertahun-tahun kemudian si anak perempuan menemukan ayahnya sendiri, miskin dan sakit-sakitan. Ia bermaksud untuk mempersatukan keluarganya kembali dengan mengajak ayahnya kembali ke rumah. Ibunya juga sudah setuju dan memaafkan segala perbuatan suaminya itu. Tinggal si anak sulung laki-laki yang tidak bisa mengampuni ayahnya. Ia tidak mau menerima ayahnya kembali, apalagi selama ini ia yang harus menghidupi keluarganya karena ketiadaan seorang ayah. Dan ketika adik perempuannya serta ibunya nekat membawa kembali sang ayah, ia memilih untuk keluar rumah. Begitu bencinya ia pada ayahnya itu, si sulung terpaksa memberitahu ke adik perempuannya bahwa ia tidak bisa menghadiri pernikahan adiknya itu, karena di pesta pernikahan itu pasti akan ada ayahnya. Akhirnya <i>happy ending</i>, si sulung datang ke pernikahan adiknya dan saling memaafkan dengan ayahnya dan <i>they live happily ever after</i>.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Memang ceritanya menurut saya cukup menyentuh, namun jauh dari yang dipromosikan melalui SMS dan email. Jalan cerita semacam itu sudah diceritakan berulang kali dalam sinetron-sinetron dan film, apalagi film-film rohani Kristen. Singkat kata, sinetron ini tidak mempunyai daya bius yang diharapkan atau ditakuti oleh sebagian orang. Tentu ini pendapat subyektif dan tergantung selera masing-masing. Namun jika “selera” saya masih bisa berperan, tentu ini menandakan bahwa tidak ada unsur gaib dalam sinetron ini. Karena jika memang sinetron ini pakai <i>magic</i>, maka yang namanya “selera” itu sudah tidak berfungsi, seharusnya saya terbius begitu saja. Pekerja rumah tangga saya yang ikut menonton bahkan tidak mengikuti sampai habis, ia lebih tertarik menyapu jalan di depan rumah sembari ngobrol bareng tetangga (karena sinetron ini diputar sore hari). Sejauh ini belum saya dengar tentang orang yang pindah agama karena sinetron ini.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Kita bisa melihat bahwa terkadang (padahal sering) orang beragama bisa menjadi sangat lucu, padahal tampilan yang mereka tunjukkan sangat serius, bahkan tegang. Dibalik kelucuan itu ada masalah kronis yang hinggap dalam hubungan antar agama di Indonesia. Ada kecurigaan, bahwa agama lain senantiasa menjadi ancaman bagi agamanya. Ada harapan kekanak-kanakan bahwa agamanyalah yang paling benar-yang lainnya salah sehingga perlu didoakan agar “bertobat”. Ada juga kemasabodohan, tidak mau mencoba mengenal agama tetangganya, sehingga lebih mudah menunjukkan sikap curiga dan bermusuhan.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Di tengah sikap kenakan-kanakan ini bukan tidak mungkin para politisi nebeng bermain, menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan pembelaannya terhadap umatnya. Yah siapa tahu bisa dapat “<i>trade mark</i>” menjadi pembela umat terdepan sehingga ketika pemilu nanti bisa menambah jatah coblosan.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Di tengah sikap ajaib ini pemerintah tidak berbuat sesuatu yang berarti, sering ia malah salah tingkah dan akhirnya memenangkan suara yang terbanyak, mungkin karena suara terbanyak itu diartikan sebagai suara terbanyak dalam pemilu.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Agama yang seharusnya mencerahkan justru menjadikan orang picik, sempit, curiga, percaya mistik dan… lucu. Ayo, jika anda merasa sebagai orang beragama, mari kita tampilkan agama kita dengan tampilan yang luwes, welas asih, plural namun isinya serius. Bukan dengan tampilan yang serius, kaku namun isinya lucu.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=47&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/19/lucunya-orang-beragama-di-indonesia-%e2%80%93-kasus-sinetron-%e2%80%9csebuah-penantian%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RUU Porno Bangkit Kembali!</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/06/ruu-porno-bangkit-kembali/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/06/ruu-porno-bangkit-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 17:05:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/06/ruu-porno-bangkit-kembali/</guid>
		<description><![CDATA[Hati-hati, jika anda dianggap melakukan hal-hal yang berbau porno, anda bisa diasingkan ke daerah terpencil sampai 15 tahun lamanya. Ya, anda tidak salah membaca, diasingkan ke daerah terpencil. Entah apa maksudnya itu daerah terpencil, mungkin suatu daerah di pedalaman hutan Kalimantan (yang sebetulnya tidak terpencil lagi karena sudah dijamah para pembalak liar profesional) atau di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=46&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Hati-hati, jika anda dianggap melakukan hal-hal yang berbau porno, anda bisa diasingkan ke daerah terpencil sampai 15 tahun lamanya. Ya, anda tidak salah membaca, diasingkan ke daerah terpencil. Entah apa maksudnya itu daerah terpencil, mungkin suatu daerah di pedalaman hutan Kalimantan (yang sebetulnya tidak terpencil lagi karena sudah dijamah para pembalak liar profesional) atau di hutan-gunung di pedalaman Papua (siapa tahu anda bisa bertemu para pekerja pertambangan yang sedang nambang). Mungkin ini mengingatkan anda pada jaman penjajahan Belanda dulu dimana orang yang dituduh pemberontak dibuang ke Papua, ke Digoel. Tidakkah anda heran bahwa di jaman modern seperti sekarang ini hukuman semacam itu masih diterapkan? RUU Tentang Pornografi mengatur hal seperti itu.</p>
<p>Di beberapa negara maju saja para narapidananya sudah diberikan hak untuk cuti beberapa waktu dari tahanan, sedangkan RUU ini malah kembali ke belakang berpuluh-puluh tahun. Hukuman pembuangan ini tercantum di seluruh Bab VIII mulai dari pasal 31 sampai pasal 50. Jadi jangan kaget kalau wilayah anda nanti ketempatan orang-orang yang dituduh porno, itu berarti suatu indikator bahwa wilayah anda adalah daerah yang terpencil. Anda mungkin heran kok daerah yang terpencil itu bukannya dibangun baik-baik supaya tidak terpencil, tapi malahan dijadikan tempat pembuangan para pesakitan? Kementrian Daerah Tertinggal jelas akan mendapat kerjaan tambahan mengurusi para pesakitan yang porno ini. Atau jangan-jangan yang dimaksud dibuang ke daerah terpencil itu sebetulnya dibuang ke kompleks DPR RI, yang memang sangat terasing dari kenyataan sehari-hari masyarakat Indonesia?</p>
<p>Itu baru satu hal &#8220;cerdas&#8221; dan &#8220;inovatif&#8221; yang bisa ditemukan di RUU Tentang Pornografi. Hal lainnya yang cukup &#8220;kreatif&#8221; adalah RUU ini memberi ijin bagi kelompok-kelompok masyarakat untuk main hakim sendiri terhadap pihak-pihak yang mereka anggap telah berbuat porno. Kata RUU ini (pasal 23 butir d), masyarakat dapat &#8220;melakukan penyadaran kepada masyarakat akan bahaya dan dampak pornografi&#8221;. Jadi kalau tetangga anda yang kebetulan ikut ormas tertentu merasa bahwa anda porno, ia diberi kewenangan oleh RUU ini untuk bersama kelompoknya menyatroni rumah anda dan memberi anda kuliah soal moral. Masih mending kalau anda hanya dikuliahi, bagaimana kalau &#8220;penyadaran&#8221; tersebut dilakukan dalam bentuk lain? Diarak keliling kampung misalnya?</p>
<p>Hal kreatif lainnya adalah RUU ini menyatakan bahwa pemerintah berhak bekerjasama dengan berbagai pihak dalam pencegahan dan PEMBERANTASAN pornografi (pasal 20 butir b). Bagaimana kalau pemerintah bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan yang bergaya preman? Bagaimana kalau organisasi bergaya preman itu diperbolehkan untuk &#8220;memberantas&#8221; pornografi? Yakinkah kita bahwa memang pornografinya yang akan diberantas, bukan orang-orang biasa yang bisa saja dikenai tuduhan porno? Parahnya, ada keharusan bagi pemerintah daerah untuk melakukan hal serupa. Kita bisa bayangkan bagaimana kelompok-kelompok yang tidak jelas akan berusaha tampil kemuka sebagai pahlawan moral.</p>
<p>Jadi tindakan anarkis seperti perusakan kantor Playboy dulu bukan tidak mungkin terulang lagi. Hanya bedanya kini para pelaku perusakan itu bisa berlindung di balik RUU bahwa mereka sedang melakukan &#8220;penyadaran&#8221;. Masih mending kalau kantor Playboy yang diserbu, bagaimana kalau yang diserbu adalah kantor tempat anda bekerja, karena kantor anda menerbitkan atau menyiarkan suatu materi yang dianggap porno?</p>
<p>Apa sebetulnya materi yang dianggap porno itu? RUU ini juga belum jelas mendefinisikan apa itu porno. Sering kata porno tertukar-tukar artinya dengan kata erotika. Sering orang dituduh porno padahal yang terjadi sebetulnya ia hanya melanggar rasa kesopanan sebagian anggota masyarakat. Masak melanggar kesopanan saja harus dihukum hingga 10 tahun? RUU ini menerjemahkan pornografi sebagai:</p>
<p>&#8220;…hasil karya manusia yang memuat materi seksualitas dalam bentuk gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, syair, percakapan atau bentuk-bentuk pesan komunikasi lain dan/atau melalui media yang dipertunjukkan di depan umum dan/atau dapat membangkitkan hasrat seksual serta melanggar nilai-nilai kesusilaan dalam masyarakat dan/atau menimbulkan berkembangnya pornoaksi dalam masyarakat.&#8221;</p>
<p>Tidak jelas apa itu materi seksualitas, tidak jelas apa itu pornoaksi, tidak jelas nilai kesusilaan yang mana yang dimaksud. Lebih absurd lagi jika kita bicara soal &#8220;membangkitkan hasrat seksual&#8221;, karena hasrat seksual setiap orang berbeda. Ukuran yang dipakai untuk bisa menilai apakah yang bisa membangkitkan hasrat seksual seseorang tidak jelas. Apakah gambar hubungan seksual yang ada di sejumlah candi-candi kita bisa membangkitkan hasrat seksual? Apakah Kamasutra atau Serat Centhini bisa dikategorikan sebagai pornografi? Hukum yang tidak jelas adalah hukum yang berbahaya, karena bisa digunakan oleh penguasa untuk kepentingannya.</p>
<p>Selain itu ancaman hukuman yang tercantum dalam RUU ini tidak masuk akal, selain dibuang ke tempat terpencil selama paling lama 15 tahun, RUU ini juga mencantumkan kurungan sampai 15 tahun lamanya. Hukuman ini lebih berat daripada vonis yang sering dijatuhkan terhadap para pembunuh atau pemerkosa. Sudah kriterianya tidak jelas, hukumannya berat pula.</p>
<p>RUU ini titik tolaknya masih menghukum para pelaku pornografi, bukan memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak yang sering menjadi korban pornografi. Para pelaku (artis dan model) pornografi memang sebagian besar adalah perempuan, namun di balik itu mereka sebetulnya adalah korban eksploitasi, korban jebakan dan korban keterpaksaan sehingga mereka tidak punya banyak pilihan. Sampai hari ini ratusan ribu perempuan masih menjadi korban perdagangan gelap manusia, dan sebagian besar diantara mereka berakhir di rumah-rumah pelacuran paksa. Dari perspektif seperti ini, kita dapat mengerti bahwa mereka adalah korban. Namun dalam RUU ini korban berpotensi besar untuk dipidanakan. Kita tidak tahu nasib produser, germo dan mafia pornografi, apalagi mereka memiliki banyak uang dan kuasa untuk menghindar dari tangan hukum. Masih ingat kasus soal sejumlah model yang diminta untuk casting iklan sabun mandi tapi ternyata filmnya diedarkan ke publik? Apakah para model itu (yang menjadi korban) justru nantinya yang akan menjadi pesakitan? Belum ada pasal-pasal yang cukup jelas melakukan perlindungan terhadap korban-korban seperti ini.</p>
<p>Proses pembuatan RUU Porno inipun memiliki kejanggalan. Beberapa fraksi di DPR secara sepihak meloloskannya ke pihak pemerintah, walaupun sebagian fraksi lainnya yaitu PDI-P, PKB dan PAN merasa bahwa RUU tersebut masih harus banyak dibahas sebelum diloloskan ke pemerintah. Kenapa sebagian fraksi ngotot untuk meloloskan RUU tersebut dengan cara demikian? Tentu ini perlu menjadi bahan pertanyaan sendiri.</p>
<p>Jadi RUU Tentang Pornografi masih menyimpan sejumlah masalah serius, yang mengancam kehidupan berdemokrasi dan ber-Pancasila. Sudah saatnya anda mengajukan lagi suara anda kepada pemerintah, jika kita ingin melihat bangsa ini dikelola dengan akal sehat, bukan dengan aturan-aturan yang sifatnya abstrak dan ganjil seperti ini.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aquinohayunta.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aquinohayunta.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=46&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/06/ruu-porno-bangkit-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Film Festival</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/11/28/film-festival/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/11/28/film-festival/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 12:04:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/06/film-festival/</guid>
		<description><![CDATA[Tampaknya ada pandangan kalau film festival dianggap lebih bermutu daripada film “biasa”. Film biasa maksudnya film-film yang biasa diputar di bioskop, sifatnya musiman, biasanya dibuat oleh Hollywood, Bollywood atau oleh orang Indonesia sendiri. Film-film biasa sepertinya mengacu ke film-film populer, temanya ringan, yang dipilih oleh pengusaha bioskop untuk diputar karena dianggap bakal laku, biasanya berjenis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=45&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Tampaknya ada pandangan kalau film festival dianggap lebih bermutu daripada film “biasa”. Film biasa maksudnya film-film yang biasa diputar di bioskop, sifatnya musiman, biasanya dibuat oleh Hollywood, Bollywood atau oleh orang Indonesia sendiri. Film-film biasa sepertinya mengacu ke film-film populer, temanya ringan, yang dipilih oleh pengusaha bioskop untuk diputar karena dianggap bakal laku, biasanya berjenis action, horor, komedi slapstik atau drama percintaan. Sedangkan film festival mungkin bisa kita artikan secara ringan sebagai film-film yang jarang dipilih untuk diputar di bioskop, karena dianggap calon penontonnya sedikit, butuh mikir sedikit untuk mengerti jalan ceritanya dan jenisnya drama kehidupan, thriller atau komedi (yang butuh mikir dikit baru bisa ketawa).<br />
<span id="more-45"></span><br />
Pada awalnya kehadiran film festival cukup menyegarkan, karena film-film biasa/populer sering menampilkan imajinasi atau gaya hidup berlebihan yang sebetulnya tidak masuk ke dalam hidup sehari-hari. Cerita-cerita yang ditampilkan dalam film-film festival dianggap dapat mencerminkan kehidupan manusia yang lebih nyata. Karena dekatnya dengan kehidupan nyata, maka film festival dapat membantu kita untuk melakukan refleksi, mengerti problem-problem sosial di sekitar kita yang sering disembunyikan oleh film-film biasa. Pokoknya dalem deh <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> . Kadang-kadang film festival juga menampilkan pendekatan sinematografi yang berbeda, yang eksperimental. Film-film dokumenter sekarang juga mulai banyak yang diputar dalam sebuah festival film.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Ada beberapa catatan ringan soal film-film festival. Pertama, saat ini film-film festival jadi lebih mudah diakses oleh masyarakat Indonesia (eh, maksudnya Jakarta), karena banyaknya festival-festival film yang diselenggarakan di Jakarta. Ada Jiffest, ada Q Film Festival dll. Namun festival-festival ini masih menjadi tontonan elit, bukan soal harga tiketnya, namun lebih pada akses yang lebih mudah dan biasa dijangkau oleh menengah ke atas. Jiffest misalnya, sebagian filmnya memang gratis, namun sistem pembelian tiketnya agak-agak ribet, apalagi buat orang yang biasa antri di bioskop, selain itu ia diputar di tempat-tempat yang lumayan berkelas.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Kedua, di luar festival film, cukup sulit menemukan film-film festival. Ada satu tempat penyewaan film festival yaitu Indies Jakarta di Tebet. Tapi harganya itu lho, membershipnya sekitar Rp 80.000 – 120.000 per bulan. Kok sama dengan harga beli satu kaset DVD asli ya? Memang sih, dengan harga sekian tidak dibatasi kalau pelanggan mau bolak-balik meminjam DVD dalam satu bulan (oh ya, dalam satu kali peminjaman dibatasi jumlah yang bisa dibawa pulang, jadi tidak bisa meminjam banyak-banyak) , tapi berapa banyak sih waktu yang dimiliki orang Jakarta untuk bisa bolak-balik ke Tebet untuk meminjam film? Alternatif untuk memperoleh film-film festival murah dan mudah adalah DVD bajakan, kalau kita jeli mencari, kadang-kadang kita bisa nemu satu-dua film festival. Namun cara ini tidak disarankan ya, karena bagaimanapun juga itu bajakan.</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Ketiga saya lihat di katalog Jiffest tahun ini kok ada film-film seperti Pocong, Kuntilanak, Hantu Jeruk Purut dan sejenisnya ya? Apakah film-film ini termasuk film festival? Memang sih belum ada kriteria jelas apa film festival itu, sehingga sah-sah saja film-film horor seperti itu diputar di Jiffest. Hanya saja bukankah film-film seperti itu sudah mendapatkan kesempatannya diputar di bioskop-bioskop regular? Tidakkah Jiffest memberikan kesempatan kepada film-film yang tidak mendapatkan tempat di bioskop karena dianggap tidak laku? Atau jangan-jangan film Indonesia di luar genre bioskop tidak banyak diproduksi? Atau ini sebuah strategi untuk menarik minat masyarakat yang lebih luas?</p>
<p align="justify">&nbsp;</p>
<p align="justify">Terakhir, saya secara sadar memang menyetujui pembagian istilah antara “film festival” dengan “film bioskop” walau pembagian ini masih bermasalah, namun perlu juga karena saya melihat perlunya ada tontonan alternatif buat kita, tontonan yang lebih bermutu, mendidik dan reflektif.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aquinohayunta.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aquinohayunta.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=45&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/11/28/film-festival/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Lembur</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/11/06/di-balik-lembur/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/11/06/di-balik-lembur/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Nov 2007 18:02:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manajemen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/06/di-balik-lembur/</guid>
		<description><![CDATA[Sering kita kerja lembur, terkadang karena pekerjaan memang banyak, kadang karena siangnya kita bekerja kurang efektif sehingga waktu jam kerja selesai kerjaan kita belum selesai. Buat yang masih jomblo mungkin lembur bisa berfungsi sebagai pengisi waktu after office, daripada bengong di rumah lebih baik ketemu teman-teman kantor dalam suasana yang lebih informal. Jika sekali-kali kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=44&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Sering kita kerja lembur, terkadang karena pekerjaan memang banyak, kadang karena siangnya kita bekerja kurang efektif sehingga waktu jam kerja selesai kerjaan kita belum selesai. Buat yang masih jomblo mungkin lembur bisa berfungsi sebagai pengisi waktu after office, daripada bengong di rumah lebih baik ketemu teman-teman kantor dalam suasana yang lebih informal. Jika sekali-kali kita lembur, itu adalah hal yang normal banget. Tapi kalau sudah setiap hari lembur, mungkin kita perlu berpikir lebih jauh.</p>
<p>Pertama yang harus kita pikirkan apakah betul pekerjaan kita sebanyak itu? Atau lebih tepatnya; apakah beban kerja kita berada pada porsi yang wajar? Jangan-jangan kita sering lembur karena beban kerja kita seharusnya didistribusikan kepada orang lain, artinya, harus ada lebih dari satu orang yang mengerjakan hal tersebut. Mungkin kita juga sering menunda pekerjaan padahal beban masuk datang secara kontinyu. Atau jangan-jangan kita lembur supaya bisa dapat uang lembur?</p>
<p>Sudah menjadi salah kaprah bahwa loyalitas pekerja antara lain ditunjukkan dengan lembur. Kalau prinsip ini muncul di kalangan pegawai korporasi tentu masih bisa dimaklumi, tapi ternyata di kalangan pekerja sosial (LSM) ada juga prinsip demikian. Kalau nggak lembur nggak militan. Padahal kebanyakan orang lembur karena pada waktu bekerja tidak efektif, entah karena datang siang, entah karena chatting, telpon, ngobrol waktu kerja.</p>
<p>Kalau boleh diulang, sebab-sebab lembur antara lain adalah:</p>
<p>1. Kurang efektif waktu bekerja, termasuk sering menunda pekerjaan.<br />
2. Perencanaan yang kurang matang:<br />
1. bingung apa yang akan dikerjakan (sehingga trial and error),<br />
2. bertindak secara impulsif<br />
3. kurang mengantisipasi persoalan yang bisa muncul<br />
4. kurang koordinasi, sehingga nggak sinkron dengan rekan kerja satu tim<br />
5. tenaga kerja kurang atau beban kerja berlebihan (tugas untuk dua orang atau lebih dikerjakan oleh satu orang)<br />
3. Improvisasi yang berlebihan, baik dari diri sendiri maupun dari atasan.<br />
4. Tidak menerapkan knowledge management (lihat bawah)<br />
5. Budaya lingkungan kerja yang “memuja” lembur.<br />
6. Perusahaan yang mengeksploitasi karyawan.<br />
7. Faktor-faktor lain: mengejar uang lembur, mengejar penghargaan dari atasan, alasan sosial/bergaul dengan teman selingkungan kerja, mencari pengisi waktu, browsing internet untuk keperluan pribadi dll/ memakai resource kantor untuk kepentingan pribadi atau sembari menunggu jalan agak lengang atau sekedar dianggap sibuk danberhasil oleh keluarga, tetangga atau teman (ada juga lho yang seperti ini).</p>
<p>Kita juga mesti lebih kritis melihat persoalan lembur ini dari sisi perusahaan. Sering perusahaan tidak memiliki karyawan yang cukup, sementara target-target pekerjaannya berlebihan. Ini praktek yang sering terjadi untuk memaksimalkan keuntungan perusahaan. Seharusnya perusahaan punya perhitungan tentang beban kerja dan tenaga kerja yang biasa disebut dengan man hour. Artinya setiap pekerjaan/proyek tertentu akan dijabarkan dalam sub-sub pekerjaan, lalu akan dihitung berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan setiap sub pekerjaan. Dari situ akan dapat total waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.</p>
<p>Misalnya untuk menyelenggarakan acara peluncuran buku dibutuhkan 100 man hours alias 100 jam kerja, jika peluncuran buku tersebut dilaksanakan dalam waktu seminggu kemudian, bisa dihitung berapa tenaga kerja yang dibutuhkan:</p>
<p>100:8:5= 2,5 à dibulatkan ke atas menjadi 3, artinya dibutuhkan tenaga kerja sebanyak 3 orang. Angka 8 maksudnya waktu kerja per hari yang 8 jam dan angka 5 maksudnya 5 hari dalam seminggu. Sekarang tinggal kemauan manajer untuk menghitung dengan rinci man-hours yang dibutuhkan, dan tergantung kemauan perusahaan apakah mau mengeluarkan uangnya untuk membayar 3 orang tenaga kerja untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Ini cara perhitungan paling sederhana.</p>
<p>Seharusnya dengan bantuan perhitungan man hour di atas, lembur tidak perlu terjadi. Lembur hanya perlu terjadi jika:</p>
<p>1. Ada masalah yang timbul di luar perencanaan yang terjadi.<br />
2. Pekerja mengganti waktu bekerjanya yang tidak ia jalani karena ijin atau sakit yang berdampak pada belum tercapainya target yang sudah direncanakan. Menurut saya seandainya si pekerja dapat memenuhi targetnya walaupun ijin atau sakit, tentu penggantian tersebut tidak diperlukan.<br />
3. Ada pekerjaan yang betul-betul belum pernah dilakukan sehingga pekerja harus memulai semuanya dari awal, dimana pekerjaan semacam ini memerlukan banyak trial and error, improvisasi serta pekerjaan sampingan lainnya.<br />
4. Ada kegiatan kantor yang hanya bisa dilakukan di luar waktu kerja (launching produk perusahaan waktu dinner misalnya).</p>
<p>Ilmu manajemen modern memberikan banyak solusi untuk bekerja seefektif mungkin, antara lain dengan konsep knowledge management (KM), diIndonesiakan menjadi manajemen pengetahuan. Konsep ini membantu sebuah organisasi untuk bisa mencapai target secara maksimal dengan upaya seefektif mungkin. Secara sederhana KM bisa diurakan menjadi kegiatan mencatat, menyimpan, mendistribusikan serta menerima dan mengolah umpan balik dari catatan yang didistribusikan tersebut.</p>
<p>Apa yang dicatat? Apapun yang terkait dengan pekerjaan; lesson learned, hambatan apa saja yang ditemukan, metode yang terbukti baik dan berhasil dalam melaksanakan suatu pekerjaan, dan segala catatan lainnya yang dapat membuat pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien. Catatan-catatan dan analisa tersebut harus didistribusikan ke seluruh organisasi. Kaitannya dengan lembur jelas, jika selama ini karyawan dalam melaksanakan pekerjaan sering re-inventing the wheel (mencari metode untuk mengerjakan sesuatu dari awal, padahal metode tersebut sudah pernah dipraktekkan rekan kerjanya) karena tidak adanya pencatatan yang baik. Tentu pekerjaan semacam ini membuang-buang energi dan waktu. Salah satu inti dari kegiatan KM adalah memindahkan pengetahuan personal menjadi pengetahuan bersama, sehingga jika ada salah seorang staf telah berhasil menemukan cara yang terbaik untuk melakukan st pekerjaan, maka baiklah jika hal tersebut diberitahukan juga kepada yang lain.</p>
<p>Delapan jam kerja yang berlaku saat ini adalah hasil perjuangan kaum buruh. Dulu buruh sering dipaksa bekerja hingga lebih dari 12 jam lamanya. Praktis buruh tidak memiliki waktu untuk kehidupan pribadinya. Mereka menjadi mesin produksi bagi para pemilik kapital saat itu. Selanjutnya gerakan buruh berhasil mendesakkan jumlah jam kerja yang lebih manusiawi, yaitu 8 jam sehari atau 40 jam seminggu. Jadi inti dari perjuangan kaum buruh adalah agar mereka dapat menikmati kehidupan pribadi (berkeluarga, mengurus anak/pasangan hidup, punya waktu untuk hobi), meningkatkan kualitas hidup (kesehatan, kebahagiaan) dan tidak sekedar menjadi mesin produksi.</p>
<p>Negara yang menerapkan sistem kesejahteraan telah melangkah cukup jauh dalam hal memberikan ruang bagi para karyawannya untuk “bernafas”:</p>
<p>1. Selain libur pada hari sabtu-minggu, kantor juga ditutup setengah hari pada hari Jumat.<br />
2. Tidak membuka toko-toko pada hari Minggu, memberikan kesempatan karyawannya untuk berlibur/bertemu keluarga mereka yang juga libur pada hari itu.<br />
3. Memberikan cuti hamil selama 6 bulan, bahkan setahun.</p>
<p>Karena itu praktek lembur yang berlebihan haruslah ditolak. Ia bukan indikator dari kesetiaan karyawan, namun sering menjadi indikator dari eksploitasi.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aquinohayunta.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aquinohayunta.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=44&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/11/06/di-balik-lembur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>