<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Kemarin, Hari Ini dan Esok</title>
	<atom:link href="http://aquinohayunta.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://aquinohayunta.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Nov 2009 09:21:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='aquinohayunta.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/f4d30474934cd3d7484a079bf636d924?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Kemarin, Hari Ini dan Esok</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://aquinohayunta.wordpress.com/osd.xml" title="Kemarin, Hari Ini dan Esok" />
		<item>
		<title>Kenapa Kita Harus Mati?</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/11/25/kenapa-kita-harus-mati/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/11/25/kenapa-kita-harus-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 08:47:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/11/25/kenapa-kita-harus-mati/</guid>
		<description><![CDATA[Kenapa Kita Harus Mati?
Berapa lama pantasnya seorang manusia hidup? Lima puluh, 70, 100 tahun? Semakin panjang usia seseorang dianggap semakin bagus, tentu kalau ia hidup dengan kondisi sehat. Karena itu usaha manusia di dunia ini banyak diarahkan untuk mencapai umur panjang dan kondisi yang sehat. Bahkan salah satu ukuran maju tidaknya suatu negara diukur dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=83&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kenapa Kita Harus Mati?</p>
<p>Berapa lama pantasnya seorang manusia hidup? Lima puluh, 70, 100 tahun? Semakin panjang usia seseorang dianggap semakin bagus, tentu kalau ia hidup dengan kondisi sehat. Karena itu usaha manusia di dunia ini banyak diarahkan untuk mencapai umur panjang dan kondisi yang sehat. Bahkan salah satu ukuran maju tidaknya suatu negara diukur dari angka rata-rata harapan hidup warganya. Kabar baiknya, sering usaha manusia untuk memperpanjang umur itu berhasil. Manusia saat ini bisa dengan mudah mengatasi penyakit tetanus yang seratusan tahun yang lalu mungkin dapat mengancam jiwa. Kecanggihan tehnologi kedokteran mampu membuat saluran arteri darah yang mampet jadi lancar lagi misalnya. Dan masih banyak lagi pencapaian manusia supaya bisa hidup makin panjang umur dan sehat. Kabar buruknya, apapun kemajuan yang dibuat manusia sebetulnya relatif sementara sifatnya, dan hanya bersifat menunda kematian.</p>
<p>Banyak bugs yang terdapat di dalam tubuh manusia dan di alam sekitar kita, yang menyebabkan usaha manusia meraih umur panjang tampak tidak terlalu banyak berguna. Sejumlah “disain” yang membentuk tubuh kita bisa dikatakan tidak menunjang untuk memberi umur yang lebih panjang. Contoh paling sederhana adalah mekanisme refleksi dari tenggorokan kita. Dalam banyak kasus, semakin banyak lendir di tenggorokan kita, saluran itu secara refleks justru makin mengecil, sehingga muncul kondisi yang sering disebut sebagai sesak nafas dan asma. Padahal idealnya menurut orang awam, semakin banyak lendirnya harusnya salurannya makin diperbesar. Atau lihatlah bagaimana kemampuan sel untuk meregenerasi dirinya terkadang justru menjadi tak terkendali dan berubah menjadi penyakit tumor atau kanker. Padahal di sisi lain fungsi regenerasi sel ini terbatas, ia tak mampu meregenerasi jari yang putus misalnya. Jadi bisa dibilang fungsi regenerasi ini nanggung, ia tidak mampu menggantikan sel-sel yang rusak berat secara sempurna, namun disisi lain dapat berpotensi menjadi penyakit. Dalam dunia pengembangan software, kekurangan-kekurangan yang berasal dari tahap perancangan atau tahap disain seperti itu disebut sebagai bugs. Biasanya bugs diatasi dengan mengeluarkan versi software yang lebih baru. Apakah manusia perlu perbaikan seperti itu, misalnya keluar Human version 3.0? Ataukah kita hanya perlu bersabar menanti proses evolusi hingga jutaan tahun dimasa depan ketika nanti tubuh manusia mengalami perbaikan-perbaikan?</p>
<p>Sementara itu persoalan diluar tubuh manusia juga banyak. Di luar sana bertebaran bakteri dan berbagai macam virus yang siap menghantar berbagai macam penyakit ke dalam tubuh manusia. Orang yang percaya teori penciptaan dapat bertanya, kenapa Tuhan menciptakan bakteri dan virus? Sedangkan orang yang percaya teori evolusi mungkin dapat bertanya; kenapa ada organisme yang dapat berevolusi sedemikian kompleks seperti manusia dan ada yang “mentok” tetap menjadi bakteri? Dan kenapa manusia tidak compatible dengan sekelompok bakteri, sementara compatible dengan sekelompok bakteri lainnya (ingat minuman fermentasi yang dipromosikan mengandung bakteri bersahabat)? Bukankah proses evolusi dikatakan mengarahkan alam ini kepada the fittest? Kenapa juga proses tersebut tidak mengarah kepada keserasian seluruh mahluk hidup, termasuk manusia dan bakteri dapat hidup berdampingan- dan situasi-situasi lainnya yang mendukung mahluk hidup untuk semakin memperpanjang umurnya- the most fittest condition of all? Bakteri dan virus justru makin berkembang dan makin beragam, seolah-olah berlomba dengan kemampuan manusia untuk menemukan obat pemberantasnya.</p>
<p>Belum lagi kalau kita membicarakan soal gravitasi, energi panas, dingin atau faktor-faktor alam lainnya yang dapat mempercepat kematian manusia. Bahkan tata surya kita peredarannya disusun/tersusun sedemikian rupa sehingga selalu ada bahaya planet kita ini tertabrak oleh meteor atau benda angkasa lainnya.</p>
<p>Seolah semua itu mengarahkan kita pada satu titik, yaitu kematian. Uraian diatas belum cukup, masih ada lagi.</p>
<p>Dari sononya manusia dan mahluk hidup lainnya membutuhkan makanan. Disain dari tubuh manusia, perutnya, pencernaannya, membutuhkan pasokan mahluk hidup lain supaya dapat bertahan hidup. Dari sononya kita seolah sudah dirancang untuk membunuh mahluk hidup lain. Kita ditakdirkan menghisap energi dari mahluk lain supaya bertahan hidup. Kita menjadi sarana agar mahluk lain menemui kematiannya. Dan karena manusia merupakan mahluk paling pintar, ia menjadi mahluk paling banyak membawa kematian bagi mahluk lainnya. Ironisnya, manusia justru seringkali menemui kematian oleh mahluk-mahluk yang paling tidak berakal; bakteri dan virus.</p>
<p>Semua diatas memunculkan pertanyaan abadi, mengapa kita harus mati? Dan lebih lagi, kenapa kita harus hidup pada awalnya? Ini mirip pertanyaan orang bercinta yang patah hati: “Bukan perpisahan yang aku sesali, tapi kenapa kita harus bertemu pada awalnya”. Aku tidak tahu apakah sudah ada yang mampu menyediakan jawabnya secara ilmiah. Sementara sejumlah orang mencoba menawarkan jawabannya secara spiritual atau lewat agama.</p>
<p>Salah satu penjelasan mitologis yang menarik buatku adalah yang tercantum di dalam Kitab Kejadian, Alkitab (kitab suci orang Kristen). Walau mirip dengan yang dijelaskan di Al Quran, namun di Kitab Kejadian ada cerita yang lebih mendetil soal ini. Disitu dikatakan manusia tinggal di Taman Eden dengan bahagia, berkecukupan dan tanpa kesusahan sampai suatu saat mereka diusir dari situ. Mereka diusir karena makan buah dari pohon terlarang, yaitu pohon pengetahuan. Ketika Tuhan tahu bahwa manusia telah makan buah dari pohon pengetahuan, Ia mengusir manusia dari taman itu, dan meletakkan sejumlah Kerubin (sejenis mahluk surgawi namun bukan malaikat) untuk menjaga taman tersebut. Tugas para Kerubin adalah menjaga agar manusia tidak kembali ke taman itu dan tidak makan buah dari pohon terlarang lainnya; pohon kehidupan. Jadi manusia sudah terlanjur makan buah pohon pengetahuan, namun ia tidak dapat makan buah pohon kehidupan.</p>
<p>Dari kisah mitologis diatas kita dapat mengira-ngira sebabnya manusia bisa mengembangkan ilmu pengetahuan sampai pada taraf yang mengagumkan, namun tidak dapat memperoleh hidup yang kekal. Aku tidak tahu mengapa Tuhan mencegah manusia makan buah kehidupan. Bahkan aku juga tidak dapat mencerna kenapa sebelumnya buah pengetahuan juga dilarang. Apakah Tuhan tidak ingin manusia itu berpengetahuan? Dan aku juga lebih tidak mengerti mengapa Tuhan toh meletakkan pohon-pohon itu di Taman Eden jika memang ia tidak menghendaki manusia memakannya?</p>
<p>Tentu penjelasan mitologis diatas tidak banyak membantu untuk saat ini, ia tetaplah penjelasan yang mengandung misteri. Yang bisa kita gali dari mitologi itu ialah orang jaman dulu pun telah memikirkan persoalan kehidupan dan kematian, lengkap dengan pertanyaan mengapa manusia harus hidup sedemikian rupa diatas bumi.</p>
<p>Kira-kira apa yang terjadi kalau manusia sempat makan juga dari pohon kehidupan, apakah ia tidak akan mati-mati? Segala bugs yang ada di dalam tubuhnya akan hilang? Apakah lantas bakteri dan virus akan hilang? Apakah gravitasi atau panas atau energi lainnya tidak akan berpotensi membawa kematian pada manusia? Apakah letak tata surya akan berubah sehingga tidak ada lagi meteorit yang mengancam menabrak bumi? Lucu rasanya jika lantas semua kondisi diatas otomatis berubah hanya karena kita memakan buah kehidupan. Bukan hanya lucu, tapi juga tidak mungkin terjadi. Kalau semua itu tiba-tiba berubah ia akan menentang hukum-hukum alam, hukum-hukum fisika, kimia dan biologi yang ada.</p>
<p>Karena itulah selama kita hidup di dunia fisik ini pertanyaan-pertanyaan untuk mendapatkan hidup kekal tidak akan mampu terjawab, karena dunia fisik mengarah pada kematian.</p>
<p>Hanya satu kunci yang saat ini disediakan oleh penjelasan fisika, yaitu bahwa energi itu kekal, tidak akan habis, ia hanya akan berubah bentuk. Disinilah mungkin penjelasan fisika nyambung dengan penjelasan spiritual, bahwa ada kehidupan sesudah kematian, energi manusia berkonversi menjadi sesuatu yang lain bentuknya. Tidak tahu apa itu, namun yang jelas ia tidak akan habis.</p>
<p>Jadi, mungkin saja kehidupan yang kekal itu ternyata memang ada setelah kita melalui konversi energi, alias ketika kita sudah mati. Keinginan manusia untuk hidup abadi baru bisa terjawab setelah diri kita berkonversi menjadi bentuk energi yang lain, padahal pada saat itu kita mungkin sudah tidak ingin bertanya lagi, atau tepatnya kita sudah merasakan pertanyaan-pertanyaan awal itu tidak cocok lagi untuk ditanyakan.</p>
<p>Semua kesalahan disain, semua tata alam yang telah disebut diatas, yang dikatakan dapat mencegah manusia dari hidup kekal, seakan diarahkan memang agar manusia berkonversi menjadi energi yang lain, atau dalam bahasa agamanya, diarahkan untuk membawa manusia “pulang” kembali ke Tuhan. Sejumlah aliran spiritual dan keagamaan menyatakan bahwa kematian adalah penyatuan kembali manusia dengan Tuhan. Jadi pertanyaan abadi “mengapa kita harus mati?” mungkin bisa kita jawab; “karena kita harus kembali” atau “karena kita harus berkonversi” terserah yang mana yang cocok untuk anda.</p>
<p>Beres? Belum. Jika dikatakan bahwa kematian adalah penyatuan kembali dengan Tuhan, perlu diingatkan disini kalau sejumlah aliran spiritual dan agama juga menyatakan bahwa sepanjang hidupnya manusia juga selalu menyatu dengan Tuhan, ini terungkap melalui istilah “manusia adalah bait Allah”, “manunggaling kawula Gusti” dan sejumlah istilah lainnya menggambarkan penyatuan ini. Jadi, kalau selama hidup kita sudah bersatu dengan Tuhan, mengapa juga kematian diperlukan? Fisika menjelaskan bahwa energi memang kekal, namun bentuk-bentuknya tidak kekal. Energi kinetik dari sebuah kincir angin dapat diubah menjadi energi listrik, yang berubah menjadi bentuk suara dan cahaya yang keluar dari sebuah layar televisi. Mungkin dapat kita katakan kematian mengubah bentuk manusia, dari bentuknya yang fana ini menjadi bentuk yang lain. Jika dalam bentuk fana manusia amat rentan dari kehancuran dan kerusakan, mungkin saja bentuk selanjutnya tidak lagi memiliki hambatan dan kekurangan seperti bentuk lamanya. Jadi, selain kematian membawa kita kembali, ia juga membebaskan kita dari bentuk lama kita yang rentan dan lebih primitif.</p>
<p>Pertanyaan “mengapa kita harus mati” sudah kita coba jawab secara sederhana. Yang tersisa kini adalah pertanyaan lainnya, “mengapa kita harus hidup”, jika pada akhirnya kita harus pulang? Mengapa kita harus menjalani nasib kita di dunia ini dan pada akhirnya toh juga kembali. Anda bisa bantu menjawabnya?</p>
<p>============================</p>
<p>Soundtrack <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  :<br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=W70LZxzp2js">The Spirit Carries On</a><br />
<a href="http://www.youtube.com/watch?v=j7hrUU-UeHk">There Must Be More To Life Than This</a></p>
<p>Catatan:<br />
1. Dalam catatan ini selalu diungkapkan hal-hal yang membawa manusia kepada sakit atau kematian. Jangan lupa bahwa banyak hal lainnya yang sebaliknya justru menunjang kehidupan, membantu perkembangan kehidupan pada segala mahluk dan membantu memperpanjang umur manusia.</p>
<p>2. Catatan ini menganggap bahwa setiap kematian –dalam kacamata spiritual- adalah proses kembali ke Tuhan, menyatu dengan Tuhan. Jika dalam tradisi agama penyatuan kembali dengan Tuhan sering disebut dengan “masuk surga”, konsekuensinya tidak ada tempat bagi konsep neraka dalam catatan ini. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=83&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/11/25/kenapa-kita-harus-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Akankah Kiamat Tahun 2012?</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/11/25/akankah-kiamat-tahun-2012/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/11/25/akankah-kiamat-tahun-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 08:14:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Esok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/11/25/akankah-kiamat-tahun-2012/</guid>
		<description><![CDATA[Sejumlah ramalan mengatakan kalau tahun 2012 dunia akan kiamat. Benarkah? Amina Wadud, seorang perempuan intelektual Muslim, mengatakan kalau dunia saat ini sebaiknya meninggalkan cara hidup purba, yaitu cara hidup yang memang dulu dibutuhkan untuk bertahan hidup di alam ini. Saat ini semua sudah berubah, kita tidak bisa lagi mempertahankan cara hidup seperti manusia kuno. Kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=82&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sejumlah ramalan mengatakan kalau tahun 2012 dunia akan kiamat. Benarkah? Amina Wadud, seorang perempuan intelektual Muslim, mengatakan kalau dunia saat ini sebaiknya meninggalkan cara hidup purba, yaitu cara hidup yang memang dulu dibutuhkan untuk bertahan hidup di alam ini. Saat ini semua sudah berubah, kita tidak bisa lagi mempertahankan cara hidup seperti manusia kuno. Kita harus lebih menghargai hidup dan lebih mengedepankan sifat-sifat kasih dan pemeliharaan. Saat ini kecenderungan dunia sedang kesana, ke arah yang lebih etis, lebih ramah lingkungan, lebih adil dan lebih menyayangi.</p>
<p>Pada kenyataannya, cara-cara hidup lama yang penuh kekerasan sudah banyak ditolak manusia. Tindakan teror misalnya, akan dengan mudah mendapat kutuk dibanding mendapat simpati. Sikap yang diskriminatif juga mulai ditolak dimana-mana. Betul bahwa masih banyak manusia yang mempertahankan pola lama yang tidak adil. Betul ada sebagian orang yang masih menggunakan kekerasan dan manipulasi untuk mencapai tujuannya. Namun perilaku semacam ini bisa diandaikan seperti lilin yang hendak mati karena habis. Pada saat-saat lilin sudah mau habis, nyalanya justru makin terang, namun tak lama kemudian ia mati sama sekali. Kita boleh berharap demikian dalam hidup yang sekarang ini, perilaku yang tidak etis makin kentara untuk dijauhi orang dan kemudian padam. Ada istilah Jawa untuk ini: sing becik ketitik, sing ala ketara (yang baik akan terlihat dan yang buruk akan terpampang). Akan makin jelas bagi masyarakat mana yang baik dan yang buruk. Semoga.</p>
<p>Jika benar dunia saat ini sedang berada pada titik balik, akankah kiamat datang? Tentu secara ilmiah masih bisa kiamat terjadi walaupun manusia sudah memperbaiki sikapnya. Mungkin saja polusi berkurang, atau lubang ozone mampu diselamatkan, namun masih ada kemungkinan bencana datang dengan cara yang lain, misalnya komet nyasar yang datang ke bumi.</p>
<p>Tapi konsep kiamat muncul justru muncul dalam pola pikir keagamaan atau mitologis. Dalam konsep ini kiamat datang karena campur tangan Tuhan langsung ke bumi untuk mengakhiri satu angkatan di bumi, biasanya karena angkatan tersebut dianggap jahat dan berdosa sehingga perlu dimurnikan. Paling tidak ada dua cerita tentang kiamat di dalam kitab suci agama Samawi, yaitu ketika banjir besar datang pada jaman Nabi Nuh dan ketika kota Sodom dan Gomorah dihancurkan (ini kiamat “kecil”).</p>
<p>Sekarang kalau umat manusia sedang menuju arah perbaikan (istilahnya bertobat) tentu Tuhan tidak jadi menimpakan kiamat itu. Manusia tidak perlu dimurnikan lewat kiamat, karena ia sedang membersihkan dirinya sendiri. Walapun proses “pemurnian” itu tentu akan makan waktu lama, tapi besar kemungkinannya Tuhan akan sabar menunggu. Bukankah kemurahan hati Tuhan melebihi kemarahan-Nya?</p>
<p>Jadi kalau benar kita saat ini menuju perbaikan dan kalau benar fungsi kiamat adalah pemurnian, maka besar kemungkinannya tahun 2012 nanti tidak akan ada kiamat. Atau dengan kata lain, kalau benar anda sekarang ini mampu merubah kebiasaan, pola pikir dan tindakan anda yang jelek dan menuju perbaikan, maka besar kemungkinannya kiamat tidak jadi datang.</p>
<p>Paling tidak kalau kiamat benar-benar datang juga, anda sudah lebih “bersih” dan lebih siap <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/82/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/82/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/82/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=82&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/11/25/akankah-kiamat-tahun-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semaraknya Escher dan Hundertwasser</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/11/25/semaraknya-escher-dan-hundertwasser/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/11/25/semaraknya-escher-dan-hundertwasser/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Nov 2009 08:05:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kemarin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/?p=78</guid>
		<description><![CDATA[Jika Hunderwasser menghasilkan karya-karya segar karena ketidakpercayaannya pada pedoman, Escher justru menghasilkan karya-karya yang menarik karena mengandalkan pedoman.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=78&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=7692338&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=220711410467&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=220711410467&amp;id=731595563"><img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs112.snc1/4822_223679585563_731595563_7692338_1473799_a.jpg" align="left" alt="" /></a></div>
</div>
<div>Suatu saat Friedensreich Hundertwasser, seorang pelukis asal Austria, pernah berkata; <em>&#8220;The rigid, straight line is fundamentally alien to humanity, life and the whole of creation&#8221;</em>; yang kalau diterjemahkan kurang lebih: “Garis lurus yang kaku pada dasarnya adalah barang yang asing dalam kemanusiaan, kehidupan dan seluruh penciptaan”.
<p>&nbsp;</p>
<p>Maksud Hundertwasser kita memang tidak bisa menemukan garis lurus alami di alam sekitar kita, termasuk diri kita. Tidak ada wajah manusia yang persis lurus, tidak ada tangkai pohon atau batu yang persis lurus. Bahkan bentuk-bentuk geometris seperti segi tiga atau segi empat yang benar-benar sempurna tidak pernah ada di alam ini. Lebih jauh lagi ia mengatakan kalau segala mahluk hidup berkembang dari sel, sehingga bentuk geometris yang rapih adalah bertentangan dengan hakikat mahluk hidup. Kita dapat melihat bahwa lukisan-lukisan Hundertwasser sama sekali tidak menyertakan pola geometris, apalagi garis lurus. Lukisannya penuh gairah, penuh warna dan bebas bermain-main dengan bentuk yang sebetulnya nyaris kekanak-kanakan. Hunderwasser bahkan tampaknya tidak membutuhkan bantuan garis perspektif atau bantuan divine proportion. Ia melukis sebagaimana ia pikir hidup itu berjalan, dengan spontan penuh warna dan bisa ia tafsirkan sendiri.</p>
</div>
<div>
<div><a href="http://www.facebook.com/photo.php?pid=7692346&amp;op=1&amp;view=all&amp;subj=220711410467&amp;aid=-1&amp;auser=0&amp;oid=220711410467&amp;id=731595563"><img src="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs112.snc1/4822_223680030563_731595563_7692346_2064976_a.jpg" align="right" alt="" /></a></div>
</div>
<p>Di ujung lainnya adalah seorang Mauritz Cornelis Escher seorang seniman asal Belanda. Hasil karya seninya penuh dengan bidang geometris yang rapih. Ia mengukur dan menghitung betul gambar-gambar yang ia hasilkan. Ia menyebut dirinya seniman grafis, karena menurut kata-katanya sendiri; “…sudah dari sononya saya bukanlah seniman yang spontan. Cetakan grafis yang saya hasilkan memerlukan kesabaran dan pemikiran yang masak. Ide yang ingin saya ekspresikan biasanya mengkristal setelah saya perhitungkan masak-masak.”.</p>
<p>Kita bisa melihat Escher membuat banyak pedoman dan bantuan, serta beberapa kali uji coba serta variasi untuk mendapatkan hasil akhir seni yang membuat ia sreg. Namun lukisan cetak yang ia hasilkan mampu memukau, justru karena penguasaannya terhadap garis lurus, bentuk geometris serta bantuan perspektif, ia mampu menghasilkan suatu dunia yang absurd, penuh fantasi sekaligus menghibur.</p>
<p>Jika Hunderwasser menghasilkan karya-karya segar karena ketidakpercayaannya pada pedoman, Escher justru menghasilkan karya-karya yang menarik karena mengandalkan pedoman.</p>
<p>Di luar sana sebagian dari kita juga menyukai pedoman, sementara lainnya menyukai spontanitas spiritual ala Hundertwasser. Sebagian orang begitu percaya kekuatan pedoman rasio, ilmu pengetahuan atau logika. Sementara sebagian lainnya percaya pada kekuatan spiritualitas dan intuisi. Mereka yang percaya kekuatan rasio menggunakan pedoman obyektifitas, pembuktian dan akan mengkaitkan segala gejala sesuai dengan garis bantu pedoman ilmu pengetahuan. Mereka yang percaya intuisi percaya pada kekuatan subyektifitas, pesan tersembunyi di alam dan tidak takut keluar dari pedoman.</p>
<p>Sulit untuk menilai, mana tipe manusia yang lebih baik, apakah mereka yang percaya pada rasionalitas-obyektif ataukah mereka yang percaya pada spiritualitas-intuitif. Lukisan Hundertwasser maupun Escher sama-sama indah dan penuh inspirasi. Keindahan bisa datang dari mana saja tampaknya.</p>
<p>Yang tidak indah adalah kalau misalnya Hundertwasser kemudian punya kesempatan dan kekuasaan untuk menentukan metode berkesenian mana yang paling baik, lalu ia mengklaim cara dan filosofi menggambarnya adalah yang paling benar, cara lainnya adalah salah, keliru dan kafir. Ia mungkin saja lantas melarang melukis dengan cara Escher, karena dianggap bertentangan kemanusiaan, kehidupan dan seluruh penciptaan.</p>
<p>Yang tidak indah kalau seandainya Escher diangkat menjadi dewa kecil kesenian lalu menerbitkan sertifikat cara menggambar yang benar. Semua orang yang ingin menjadi seniman harus memperoleh sertifikat tersebut yang ujiannya ditentukan dengan cara dan metode Escher. Tiba-tiba semua seniman lukis diwajibkan memiliki penggaris, jangka dan alat-alat ukur lainnya. Mungkin saja seniman macam Hundertwasser akan dikucilkan dari pergaulan antar seniman lukis, atau lebih parah (jika Escher memiliki Pasukan Penegak Metode Escher) ia bisa dijebloskan ke penjara atau dianiaya.</p>
<p>Tentu seni jadi tidak lucu lagi. Hidup jadi tidak bergairah lagi. Dunia akan lebih semarak jika orang-orang macam Escher dan Hunderwasser sama-sama punya kesempatan mewarnai hidup. Dunia akan menjadi lebih nyaman ditinggali kalau anda dan saya punya kesempatan menunjukkan warna asli kita, mengetahui bahwa ada cara dan metode berpikir yang berbeda dan mengakui kalau kita berbeda.</p>
<p>***</p>
<p>Lihat karya-karya Hundertwasser disini: <a rel="nofollow" href="http://images.google.co.id/images?q=Hundertwasser&amp;oe=utf-8&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a&amp;um=1&amp;ie=UTF-8&amp;sa=N&amp;hl=id&amp;tab=wi" target="_blank">http://images.google.co.id/images?q=Hundertwasser&amp;oe=utf-8&amp;rls=org.mozilla:en-US:official&amp;client=firefox-a&amp;um=1&amp;ie=UTF-8&amp;sa=N&amp;hl=id&amp;tab=wi</a></p>
<p>Lihat karya-karya Escher disini: <a rel="nofollow" href="http://images.google.co.id/images?hl=id&amp;client=firefox-a&amp;rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&amp;um=1&amp;sa=1&amp;q=escher&amp;btnG=Telusuri+gambar&amp;aq=f&amp;oq=" target="_blank">http://images.google.co.id/images?hl=id&amp;client=firefox-a&amp;rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&amp;um=1&amp;sa=1&amp;q=escher&amp;btnG=Telusuri+gambar&amp;aq=f&amp;oq=</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/78/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/78/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/78/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=78&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/11/25/semaraknya-escher-dan-hundertwasser/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs112.snc1/4822_223679585563_731595563_7692338_1473799_a.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-a.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs112.snc1/4822_223680030563_731595563_7692346_2064976_a.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Aku Baca Namamu</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/03/30/aku-baca-namamu/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/03/30/aku-baca-namamu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Mar 2009 17:42:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi Cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Sekali dalam sehari ingatan di kepalaku mencari-cari wajahmu
Dan rasa riang di hatiku mencari-cari tawamu
Penciuman di hidungku rindu bau rambutmu
Rasa sok bijak di jiwaku rindu menertawai pertanyaan garink-mu<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=75&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Aku warnai uban di rambutku<br />
Sebab setiap helainya iri pada rambut hitammu</p>
<p>Darah yang ada dalam nadiku memanggili namamu<br />
Sebab kau curi kemudaan yang mengalir di dalamnya</p>
<p>Kerutan awal di wajahku rindu sentuhan kulitmu<br />
Sebab kau mengingatkan pada kemulusannya</p>
<p>Sekali dalam sehari ingatan di kepalaku mencari-cari wajahmu<br />
Dan rasa riang di hatiku mencari-cari tawamu<br />
Penciuman di hidungku rindu bau rambutmu<br />
Rasa sok bijak di jiwaku rindu menertawai pertanyaan garink-mu</p>
<p>Dan kini aku hanya bisa membaca namamu<br />
Aku baca namamu sebab aku ingin mengenalmu huruf demi huruf<br />
Aku baca namamu sebab kini kau hanya:<br />
Sejumput kata<br />
Sebait masa lampau<br />
Separagraf kenangan<br />
Kata yang m e m u  d  a   r<br />
Kenangan yang m e n  g   h   i   l    a    n    g<br />
Jarak yang m  e  n   j   a   u    h<br />
Ingatan yang menua : : : . .  .<br />
&#8230;.<br />
..<br />
.</p>
<p>Aku baca namamu<br />
Sebab hurufmu tertulis di hatiku</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=75&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/03/30/aku-baca-namamu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jaipongan vs Kesejahteraan</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/02/09/jaipongan-vs-kesejahteraan/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/02/09/jaipongan-vs-kesejahteraan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 17:38:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/?p=72</guid>
		<description><![CDATA[Jadi sungguh jauh lebih mudah membuat aturan-aturan berdasarkan moral atau agama daripada membuat peraturan yang sungguh-sungguh dapat menguntungkan rakyat. Jauh lebih gampang menyalahkan penari Jaipong daripada memberikan pendidikan gratis buat rakyatnya. <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=72&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>What better way to &#8220;divide and conquer&#8221; a people than to turn the men against their own women?</em><br />
Untuk memecah suatu masyarakat, cobalah untuk membuat kaum laki-lakinya bersikap kontra terhadap kaum perempuannya sendiri. Kalimat di atas tercantum dalam sebuah jurnal feminis terbitan Kanada, Canadian Women Studies. Kalimat itu terdapat dalam suatu esai yang menceritakan bagaimana melalui kolonialisasi, kaum laki-laki suku aborigin telah direnggut kemampuan tradisionalnya seperti berburu dan memenuhi kebutuhan hidup, sehingga mereka menjadi tidak mampu memainkan perannya dalam masyarakat. Ini membuat para laki-laki itu menjadi pemarah, putus asa dan merasa gagal memenuhi “fungsinya” sebagai laki-laki. Pada gilirannya depresi yang mereka alami menyebabkan mereka menjadi keras hati dan melakukan kekerasan terhadap para perempuannya.</p>
<p>Walaupun kutipan di atas muncul dari situasi kolonial, namun sepertinya berlaku juga untuk sebagian besar kasus. Suatu masyarakat tidak akan maju jika kaum laki-lakinya selalu bersikap kontra terhadap kaum perempuannya. Bersikap kontra di sini bukan cuma menjajah atau melakukan kekerasan fisik saja, tapi juga termasuk tidak berbuat banyak untuk memperbaiki nasib perempuan atau menyalahkan perempuan atas penyakit sosial kemasyarakatan.</p>
<p>Baru-baru ini kita dengar kalau penari Jaipongan (yang tentunya perempuan) disalahkan karena dituduh dapat membangkitkan birahi laki-laki dengan 3G nya (goyang, geol dan gitek). Mereka disuruh menutupi ketiak karena dianggap merangsang. Sikap ini selaras dan sejalan dengan pemikiran di belakang terbentuknya UU Pornografi yang beberapa waktu lalu disahkan dengan alasan untuk melindungi moral bangsa dari serangan pornografi. Di balik UU itu tercetus pemikiran bahwa tubuh perempuan menjadi salah satu perusak moral bangsa. Walau banyak pasal dalam UU itu yang sudah direvisi karena desakan banyak pihak, namun jelas para pengusulnya memasukkan tubuh perempuan sebagai hal yang porno. Kita masih ingat ketika goyangan Inul Daratista dibilang porno, tarian Dewi Persik dibilang porno dan dilarang melakukan pertunjukkan di beberapa daerah seperti Cianjur. Padahal kita tahu bahwa di Cianjur praktik kawin kontrak sering berlangsung. Pemerintah daerahnya justru tidak berusaha supaya praktek kawin kontrak yang merugikan perempuan itu hilang, namun malah melarang Dewi Persik tampil di sana. Seolah-olah tubuh Dewi Persik yang bergoyang lebih merusak moral daripada kawin kontrak. Sementara itu di banyak tempat lain praktik poligami malah dianggap sebagai hal yang wajar.</p>
<p>Sebenarnya relasi laki-laki dan perempuan sifatnya timbal balik. Segala persoalan sosial baiknya dipecahkan bersama antara laki-laki dan perempuan, dan tidak perlu ada salah satu pihak yang menyalahkan pihak lainnya sebagai sumber persoalan bangsa. Namun karena kepentingan politik, tubuh dan perilaku perempuanlah yang diangkat sebagai permasalahan. Kenapa? Karena paling mudah bagi suatu pemerintahan untuk mengontrol wilayah pribadi warganya daripada memperbaiki kehidupan mereka. Karena dengan bertindak mengatur moral masyarakat, seolah-olah pemerintah sudah berbuat banyak, sudah membasmi penyakit masyarakat.</p>
<p>Padahal penyakit masyarakat bukan hanya moral (dan moralpun bukan hanya sebatas seksualitas) tp juga kemiskinan, pelanggaran hak asasi dan kebodohan. Di Pandeglang misalnya, pemerintah daerahnya mempromosikan kebijakan moral berupa pemisahan kelas antara laki-laki dan perempuan, namun di sisi lain beberapa program yang dimaksudkan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat malah tidak berhasil meningkatkan kualitas hidup warganya. Belakangan bupatinya malah tersangkut dugaan korupsi.</p>
<p>Jadi sungguh jauh lebih mudah membuat aturan-aturan berdasarkan moral atau agama daripada membuat peraturan yang sungguh-sungguh dapat menguntungkan rakyat. Jauh lebih gampang menyalahkan penari Jaipong daripada memberikan pendidikan gratis buat rakyatnya. Jauh lebih mudah mensahkan UU Pornografi daripada menuntaskan kasus-kasus pelanggaran hak asasi atau memenuhi ganti rugi korban lumpur Sidoarjo.</p>
<p>Kini tak perlu heran jika ada pejabat atau partai yang bicara soal moral, kita periksa baik-baik dulu apakah mereka memiliki program yang mampu mengangkat harkat hidup orang banyak atau tidak. Kebijakan soal moral, apalagi yang menyangkut tubuh perempuan, dapat membuat masyarakat terpecah, antara kaum laki dengan perempuannya sehingga mereka lupa akan tujuan hidup mereka yang lebih besar. Dan praktek seperti ini tidak banyak berbeda dengan praktek kolonialisme yang digunakan untuk memecah belah dan memperlemah masyarakat yang dijajahnya. Artinya pula, kita masih hidup dalam suasana pemikiran ala penjajahan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/72/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/72/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/72/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=72&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/02/09/jaipongan-vs-kesejahteraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Aksi Solidaritas Pilih-Pilih Sasaran</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/01/05/ketika-aksi-solidaritas-pilih-pilih-sasaran/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/01/05/ketika-aksi-solidaritas-pilih-pilih-sasaran/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 17:36:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Gempa di Papua hari ini merupakan peringatan agar kita tidak melupakan sesama kita yang dekat sekaligus menjadi ujian apakah pihak2 yang menyatakan solidaritasnya ke Palestina juga melakukan hal yang sama untuk rekan satu negaranya.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=69&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hari ini aku pergi naik kereta rel listrik sampai stasiun Cawang, dan dari sana jalan kaki menuju kedutaan besar Saudi Arabia. Puluhan orang sudah dengan manisnya berdemo di sana (demo kok manis?). Beberapa wajah yang tak asing juga sudah nongkrong persis di depan gerbang kedutaan tersebut. Ada apa nih kok ngumpul-ngumpul di depan Kedubes Saudi Arabia siang-siang bolong 35 derajat celcius begini? Ini laporannya:</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Hari ini giliran Kedutaan Besar Saudi Arabia yang terkena demonstrasi terkait isu penyerangan Israel ke Jalur Gaza. Sejumlah anggota masyarakat tampak memenuhi gerbang kedutaan tersebut sambil meneriakkan tuntutan mereka.</p>
<p>Kelompok masyarakat ini menamakan dirinya Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina. Kelompok ini menilai bahwa negara-negara Timur Tengah, termasuk Saudi Arabia dan Mesir hanya bersikap ala kadarnya, memberi yang paling minim dari semestinya yang dapat mereka sumbangkan. Tak ada yang bisa dilakukan oleh negara-negara Timur Tengah tersebut kecuali melakukan ritus pertemuan, konferensi untuk kemudian menerbitkan rekomendasi yang tidak memiliki pengaruh nyata ke dalam penyelesaian konflik.</p>
<p>Padahal negara-negara Timur Tengah tersebut memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menekan baik Israel maupun sekutunya, Amerika Serikat. Dipercaya bahwa keterlibatan negara-negara Timur Tengah secara intensif akan mempercepat tercapainya negara Palestina merdeka.</p>
<p>Masyarakat Indonesia untuk Kemerdekaan Palestina memandang bahwa bangsa Palestina berhak untuk merdeka, dan tindakan Israel kepada mereka sebetulnya mirip dengan tindakan Holocaust yang dulu diperbuat oleh Nazi Jerman kepada warga keturunan Yahudi di Eropa ketika Perang Dunia ke II dahulu.</p>
<p>Setelah menyampaikan pendapatnya, mereka bergerak ke Kedubes Mesir untuk menyampaikan tuntutan yang sama. (Ternyata baru keesokan harinya ke Kedutaan Mesirnya)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Aku bergabung dalam aksi itu karena ada dua keprihatinan sekaligus:<br />
1. Prihatin akan nasib korban-korban sipil (terutama anak-anak) dalam konflik antara Israel dan Hamas.<br />
2. Prihatin karena aksi-aksi keprihatinan yang ada sering dijual untuk kepentingan promosi politik, sehingga salah satu akibatnya adalah aksi solidaritas yang pilih-pilih sasaran.</p>
<p>Aku yakin kita semua berbagi keprihatinan yang sama untuk nomor 1 di atas, namun tidak untuk yang nomor 2. Kalau mau konsisten dan serius seharusnya aksi solidaritas ditujukan kepada semua pihak yang berkontribusi pada konflik ini dan yang membiarkan serta menarik keuntungan dari konflik ini. Dalam konsep Hak Asasi Manusia, pembiaran terhadap terjadinya pelanggaran HAM sesungguhnya adalah pelanggaran HAM juga.</p>
<p>Kita bisa lihat betapa negara-negara Arab tidak berbuat banyak, bahkan pemerintah Mesir tidak kunjung membuka pintu perbatasan di Rafah bagi bantuan ke Palestina (<a rel="nofollow" href="http://www.detiknews.com/read/2009/01/05/143246/1063265/10/krisis-tokoh-timur-tengah-terpaksa-cueki-palestina" target="_blank"><span>http://www.detiknews.com/r</span><span>ead/2009/01/05/143246/1063</span><span>265/10/krisis-tokoh-timur-</span><span>tengah-terpaksa-cueki-pale</span>stina</a>). Betapa ironisnya ketika &#8220;teman-teman dekat&#8221; Palestina juga membiarkan tragedi itu terjadi. Kalau AS dan Israel semua orang juga sudah tahu kalau mereka itu sumber permasalahannya, tapi orang sering lupa pada &#8220;teman-teman dekat&#8221; ini sebetulnya juga bermain dalam konflik ini.</p>
<p>Lihat juga tulisan ini:<br />
<a rel="nofollow" href="http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2009010123594416" target="_blank"><span>http://www.lampungpost.com</span><span>/buras.php?id=200901012359</span>4416</a></p>
<p>Di mana puluhan ribu massa yang kemarin dg gagah berani mendemo kedutaan AS? Kenapa mereka tidak hadir di kedutaan Saudi Arabia juga hari ini? Kita bisa mempertanyakan ada apa di balik sikap mereka yang tidak konsisten tersebut? Ada banyak spekulasi beredar di luar sana bahwa mereka menjual isu Palestina untuk menggalang dukungan masyarakat. Menggalang dukungan di atas penderitaan rakyat Palestina. Tapi tentu kita tidak boleh percaya begitu saja dengan spekulasi. Kita mesti punya indikator yang lain untuk menilai apakah kira-kira spekulasi itu betul. Gempa di Papua yang baru saja terjadi bisa jadi salah satu indikator buat menilai keesungguhan gerakan kemanusiaan yg mereka gelar.</p>
<p>Gempa di Papua hari ini merupakan peringatan agar kita tidak melupakan sesama kita yang dekat sekaligus menjadi ujian apakah pihak2 yang menyatakan solidaritasnya ke Palestina juga melakukan hal yang sama untuk rekan satu negaranya. Yah, paling tidak kalau kemarin ada 50 ribu orang berhasil dikerahkan untuk demo Palestina, tentu tidak sulit menyisihkan 5000 orang saja untuk solidaritas dg Papua. Lagipula lebih murah biaya ke sananya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Omong-omong, Fadjroel Rachman juga membuat catatan serupa:<br />
<a rel="nofollow" href="http://www.facebook.com/profile.php?id=731595563&amp;ref=name#/note.php?note_id=54774198942&amp;ref=mf" target="_blank"><span>http://www.facebook.com/pr</span><span>ofile.php?id=731595563&amp;ref</span><span>=name#/note.php?note_id=54</span>774198942&amp;ref=mf</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=69&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2009/01/05/ketika-aksi-solidaritas-pilih-pilih-sasaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cinta yang Menyiksa dan Membebaskan</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/12/30/cinta-yang-menyiksa-dan-membebaskan/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/12/30/cinta-yang-menyiksa-dan-membebaskan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 17:30:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Cinta sungguh sesuatu yang sulit dibicarakan. Demikian maju peradaban manusia, masih juga orang bicara tergagap-gagap tentang cinta. Tak beda ketika orang harus bicara masalah kebebasan, Tuhan dan soal seksualitas. Isu-isu ini tidak pernah tuntas dibicarakan dan tidak pernah berhenti menjadi problem sekaligus energi penggerak hidup manusia.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=66&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Cinta sungguh sesuatu yang sulit dibicarakan. Demikian maju peradaban manusia, masih juga orang bicara tergagap-gagap tentang cinta. Tak beda ketika orang harus bicara masalah kebebasan, Tuhan dan soal seksualitas. Isu-isu ini tidak pernah tuntas dibicarakan dan tidak pernah berhenti menjadi problem sekaligus energi penggerak hidup manusia.</p>
<p>Minggu ini kebetulan topik yang lagi hangat di sekitaranku adalah soal cinta. Dan cinta benar-benar menjadi persoalan yang berat, merundung serta becek.</p>
<p>Berat karena yang terjadi adalah kesusahan, pembelengguan dan menghabiskan energi. Merundung karena orang-orang yang terlibat mengalami kesuntukan parah, tersiksa dan tidak bebas bergerak. Becek karena akibatnya kena ke orang-orang di sekitar mereka. Ada empat kasus soal cinta yang aku lihat minggu ini dan semuanya menyiksa. Ada cinta segi tiga, segi empat, ada soal kepribadian yang berubah karena berusaha mempertahankan cinta, ada yang rela diduakan karena tidak mau melepas pacarnya alias cinta mati. Dan ada fitnah bertebaran karena cinta.</p>
<p>Yang jelas kalau cinta biasanya membuat orang senyum, tertawa, bahagia dan awet muda, cinta yang mereka alami ini justru membuat pusing kepala, pengekangan, stres – bahkan sakit fisik parah.</p>
<p>Seorang teman berkomentar bahwa “cinta itu membebaskan, bila kemudian cinta membuat kita takut, khawatir, cemas, mengingat dan tidak menjadikan orang yang kita cintai berkembang, itu namanya bukan cinta, tapi cinta diri sendiri, karena kemudian orang lain sadar atau tidak &#8220;diperalat&#8217; untuk memberi keamanan terhadap dirinya &#8230;&#8230;.. dan bila cinta sudah membuat perhitungan itu bukan cinta namanya tapi barter&#8230;”</p>
<p>Bila memang cinta itu membebaskan, berarti hanya sedikit saja dari kita yang benar-benar dianugerahi kesempatan untuk merasakan cinta. Apakah sebagian besar orang sebetulnya hanya merasakan suatu perasaan cinta yang palsu? Kalau cinta memang harus membebaskan, betapa sulitnya manusia meraih cinta itu. Padahal dalam kenyataan sehari-hari begitu mudahnya orang merasakan jatuh cinta. Apakah perasaan yang demikian ini bukan cinta namanya?</p>
<p>Aku pikir persoalannya adalah karena cinta sering dipandang sebagai sesuatu yang ada di luar sana, di luar diri manusia. Sehingga manusia akan bahagia jika energi besar bernama cinta itu bersedia menghampiri manusia, dan dengan demikian melengkapi kekurangan manusia. Pandangan ini tercermin dari kisah Adam dan Hawa, dimana Adam mencari tulang rusuknya yang hilang di luar sana, dan sesuatu yang hilang itu adalah Hawa. Tanpa energi pelengkap ini orang percaya hidupnya tidak akan lengkap. Pandangan ini persis seperti cara pandang bahwa Tuhan adalah suatu entitas yang berada di luar diri manusia, energi yang sangat besar, yang sangat kuasa, sehingga manusia menjadi kecil di hadapan Entitas ini. Cara memandang Tuhan seperti ini membuat manusia takut akan Tuhan, menganggap bahwa Tuhan adalah mahluk penghukum yang posisinya jauh di atas manusia. Orangpun berlomba-lomba untuk semakin dekat dengan posisi yang “jauh di atas” sana dengan cara apapun, termasuk dengan cara menghakimi orang yang dianggap akan membuat Tuhan murka, dengan menghakimi orang-orang yang dianggap murtad, kafir dan sebagainya. Kebencian dan irasionalitaslah yang lantas muncul dari tuhan semacam ini.</p>
<p>Begitu juga jika kita memandang bahwa cinta adalah di luar diri manusia, kita akan selalu menganggap bahwa cinta itu datangnya dari luar diri kita, dan jika kita tidak dicintai oleh orang lain, maka diri kita menjadi kurang berharga. Atau bisa jadi kita merasa jadi pribadi yang lengkap hanya kalau kita bisa mengumpulkan sebanyak mungkin luapan asmara dari orang di sekitar kita. Orang jadi terobsesi untuk menguasai cinta, untuk mengumpulkan cinta sebagaimana mereka mengumpulkan harta. Dan otomatis mereka memperlakukan cinta dengan prinsip-prinsip orang berdagang; “ada uang, ada jasa” atau “anda cinta, saya cinta – anda tak cinta saya bisa kejam terhadap anda”. Mereka memperlakukan cinta seperti mereka memperlakukan berlian; menyimpannya erat di dalam lemari besi pengekangan, kewaspadaan dan kecurigaan.</p>
<p>Cinta yang demikian menjadi tidak bebas, karena takut barang miliknya hilang, maka seseorang mempertahankannya dengan segala cara, termasuk dengan bertikai, memfitnah atau bahkan main dukun. Dan ketika segala upaya sudah dikerahkan namun sang cinta tak bisa diperoleh, maka permusuhanlah yang muncul sebagai gantinya. Benci tapi rindu kata pepatah.</p>
<p>Cara pandang demikian ternyata juga menyebabkan manusia mengalami krisis kepercayaan diri. Karena menganggap diri gagal untuk menghimpun energi cinta dari orang lain, orang akan cenderung menganggap dirinya tidak berharga atau tidak pantas dicintai.</p>
<p>Kini saatnya kita sadar kalau cinta itu sebetulnya manunggal dalam diri setiap manusia. Manusia tidak perlu repot-repot menghimpun energi cinta seperti orang menghimpun kekayaan dari luar. Ini mirip dengan pandangan bahwa Tuhan itu bukan sekedar entitas di luar diri manusia yang tidak terjangkau, namun Tuhan itu sesungguhnya manunggal di dalam setiap unsur alam semesta, termasuk di dalam diri manusia, manunggaling kawula Gusti kata orang Kejawen. Segala sesuatunya adalah manifestasi Tuhan, sehingga tidak ada manusia yang lebih benar dan lebih baik dari manusia lain di hadapan Tuhan. Kalau kita memandang Tuhan dengan cara seperti ini, tentu kita tidak akan menuduh orang lain kafir, kita tidak akan ribut-ribut soal ajaran agama manakah yang paling benar. Karena kita percaya bahwa banyak jalan yang bisa membawa kita kepada Tuhan. Tuhan menjelma di mana-mana. Kita tidak berlomba-lomba meraih posisi Tuhan di atas sana dengan menumpuk pahala-pahala kita sebagai tumpuan menuju Tuhan yang tinggi. Hanya ketika kita “menarik” Tuhan keluar dari diri kita, maka kesengsaraan dan “dosa” terjadi. Kita meninggalkan Tuhan, bukan Tuhan yang meninggalkan kita.</p>
<p>Begitu pula dengan cinta, kalau kita sadar bahwa cinta itu mewujud dalam diri kita sejak kita ber-Ada, maka kita tidak tergantung dengan suplai cinta dari luar. Kita tidak akan menjadi posesif, kita tidak akan kecewa berkepanjangan kalau ada orang menolak memberikan energi cintanya kepada kita, kita tidak akan merasa diri kurang komplit tanpa cinta dari luar. Cinta semacam ini sifatnya lentur dan bebas. Kita bisa mencintai orang tanpa menganggapnya sebagai hak milik yang harus dipertahankan dari ancaman luar. Kita bahkan bisa mencintai banyak orang sekaligus dalam satu waktu dengan berbagai macam perasaan yang datang dan pergi. Cinta menjadi sesuatu yang menyenangkan karena sifatnya yang dinamis dan timbal balik. Energi cinta tidak dibekap sehingga menjadi keruh, namun ia dibiarkan mengalir dan lepas.</p>
<p>Tentu masih akan ada kekecewaan jika orang yang kita cintai bersikap buruk pada kita, namun rasa kecewa itu tidak menjadi rasa frustasi, tidak menjadi rasa benci, karena kita yakin bahwa tidak ada yang terenggut dari diri kita. Kita tetap bisa mencintai dan memiliki cinta walau orang lain tidak membalas cinta kita dengan perlakuan yang baik. Dengan demikian kita akan terfokus dengan cinta, bukan dengan individu. Kita kecewa bukan karena merasa diri tidak berharga namun lebih karena energi kita tidak bergayung sambut dengan orang lain. Dan kita bisa segera melanjutkan hidup kita tanpa perlu terpuruk lama-lama karena patah cinta.</p>
<p>Namun apakah cinta yang demikian lantas tidak memiliki bentuk? Kepada siapakah cinta yang paripurna akan kita persembahkan, jika memang cinta itu tidak berbatas dan tidak termonopoli? Komitmen adalah jawabannya. Kita bisa mencintai beberapa orang sekaligus dalam satu waktu, namun karena kita mahluk sosial yang bertanggung jawab kepada manusia lain, tentu kita harus menetapkan pilihan kepada siapa saya akan berbagi cinta dalam hidup ini. Komitmen ini berguna agar cinta yang tak berbatas itu tidak menjadi bahan rebutan atau pengumpulan selayaknya hak milik.</p>
<p>Pada akhirnya, cinta yang manunggal ini akan membebaskan manusia. Membebaskan seperti apa? Membebaskan dari keterlekatan dan keterikatan. Membebaskan karena ia sifatnya berbagi bukan menghimpun, melepaskan bukannya mengekang.</p>
<p>Setujukah anda dengan pendapatku ini? Sori kalau masih terlalu abstrak.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=66&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/12/30/cinta-yang-menyiksa-dan-membebaskan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Pasal-Pasal RUU Pornografi</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/09/23/di-balik-pasal-pasal-ruu-pornografi/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/09/23/di-balik-pasal-pasal-ruu-pornografi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 16:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hari Ini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Dalam acara sosialisasi RUU tentang Pornografi yang diadakan di kantor Kementrian Negara Peranan Perempuan hari Rabu yang lalu duduk dua kubu yang memiliki pendapat berbeda soal RUU tersebut. Yang khusus saya catat dari kedua kubu itu ada dua; pertama bahwa penampilan kedua belah pihak sama-sama sopan, berpakaian pantas dan sama sekali tidak porno. Yang kedua [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=64&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dalam acara sosialisasi RUU tentang Pornografi yang diadakan di kantor Kementrian Negara Peranan Perempuan hari Rabu yang lalu duduk dua kubu yang memiliki pendapat berbeda soal RUU tersebut. Yang khusus saya catat dari kedua kubu itu ada dua; pertama bahwa penampilan kedua belah pihak sama-sama sopan, berpakaian pantas dan sama sekali tidak porno. Yang kedua saya mengamati bahwa kedua belah pihak, ternyata sama-sama prihatin dengan masalah pornografi, pemerkosaan dan soal perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan seksual.</p>
<p>Kenapa persamaan ini saya tampilkan ke muka? Karena dari sini kita bisa melihat bahwa pada subtansi pornografinya, semua pihak sepakat, bahwa perlu ada penanggulangan soal itu. Jadi tidak betul anggapan-anggapan sebagian orang yang mengatakan bahwa kubu penolak pornografi adalah kubu yang senang atau diuntungkan oleh industri porno. Tidak betul bahwa jika RUU Pornografi tidak disahkan maka orang akan berjalan-jalan di mall atau di pasar menggunakan bikini. Tidak betul bahwa kubu penentang RUU Porno adalah kubu yang senang telanjang atau amoral. Dari segi penampilan saja hari itu mereka sopan-sopan. Bahkan di antara mereka yang menolak RUU ini terdapat mereka yang sudah lama memperjuangkan dan menyerukan agar pornografi dapat diberantas. Advokasi mereka ini antara lain melahirkan Undang-Undang Perlindungan Anak dan UU Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan, perjuangan yang telah lama dilakukan sebelum draft RUU APP menjadi heboh pada tahun 2006.</p>
<p>Jadi kenapa ada pertentangan yang tajam mengenai RUU tersebut, jika semua pihak sepakat untuk menolak pornografi? Kita dapat mengerti akan hal ini jika kita melihat bahwa ada persoalan ideologis di balik RUU tersebut. Persoalan ideologis inilah yang saat ini memecah bangsa kita. Ideologisasi yang terjadi dapat dilihat dari istilah-istilah yang dibuat oleh para pendukung RUU ini, misalnya ketika pengesahan RUU ini disebut “sebagai kado Ramadhan”. Kesan ideologisasi tertentu terasa jelas di sini, ketika RUU ini dihubungkan dengan salah satu hari raya keagamaan, bukan dihubungkan dengan kepentingan bangsa yang lebih besar. Dalam acara sosialisasi tersebut, wakil dari Majelis Rakyat Papua pun hampir tidak memperoleh kesempatan untuk bicara dengan alasan Tim Pansus sudah pernah bertemu dengan Majelis Rakyat Papua sebelumnya dan menganggap perwakilan yang hadir di situ lebih merupakan cerminan individu belaka. Sikap ini dapat ditafsirkan merupakan miniatur dari sikap sebagian kalangan kita yang kerap memandang bahwa rakyat Papua itu hanyalah suatu entitas homogen di ujung Indonesia sana yang suaranya mewakili kubu minoritas dan tidak signifikan untuk didengarkan.</p>
<p>Dalam jumpa pers yang dilaksanakan dua hari sebelumnya di gedung DPR, sejumlah orang yang pro terhadap RUU ini menggunakan termin “mayoritas dan minoritas”, bahwa di manapun di iklim demokrasi, kata mereka, suara yang terbanyaklah yang menang. Jika kita melihat termin-termin di atas seperti “kado Ramadhan” atau “mayoritas-minoritas” maka bisalah kita memperoleh gambaran bahwa memang ada persoalan ideologis yang bermain di sana, persoalan bagaimana mereka yang merasa mewakili mayoritas sedang mendesakkan keinginannya kepada minoritas. Anda sendiri bisa membaca sendiri istilah-istilah lainnya yang digunakan oleh para pendukung RUU Pornografi yang muncul di media massa. Bahkan dua tahun lalu sempat ada komentar untuk memuseumkan pakaian-pakaian daerah yang dianggap sensual. Masih ingatkah anda siapa yang memberikan komentar tersebut?</p>
<p>Perkara ideologis lainnya adalah para penyedia jasa pornografi dan mereka yang mendukung RUU ini sebetulnya memiliki anggapan yang sama bahwa tubuh manusia (apalagi perempuan!) dan seks adalah sesuatu yang menggoda. Hanya saja anggapan yang sama ini melahirkan sikap yang berbeda. Jika industri pornografi mengeksploitasi tubuh dan seks, pihak lainnya justru ingin menutupinya dalam-dalam. Kedua perilaku ini sebetulnya berasal dari pandangan yang sama. Seharusnya seks maupun tubuh manusia bisa dipandang secara netral, dan akal sehat manusia dikaruniakan untuk melindungi tubuh dan seksualitas, bukan mengeksploitasi atau bahkan menghujatnya sebagai sumber dosa. Jika kita melihat seks dan tubuh sebagai sumber dosa, akibatnya kita tidak pernah dewasa dalam menghadapi persoalan seputar seks dan tubuh. Kita tidak akan paham bahwa pornografi terjadi bukan karena orang memakai baju terbuka, namun karena ada eksploitasi. Kita tak akan pernah paham pentingnya pendidikan seks sebagai salah satu upaya untuk mengurangi maraknya peredaran video porno buatan sendiri misalnya.</p>
<p>Dalam RUU Pornografi terdapat pula persoalan kekuasaan. Tengok saja pasal 20 dan 21 yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah dan kelompok masyarakat untuk turut memberantas pornografi. Belum hilang dari ingatan kita bagaimana kelompok-kelompok yang merasa memegang otoritas moral dan kebenaran melakukan kekerasan terhadap sesama warga Negara. Pasal-pasal tersebut seolah-olah merangsang orang untuk mendirikan milisi-milisi sipil. Dan milisi-milisi tersebut mendapat perlindungan hukum dalam RUU ini. Sungguh sesuatu yang mengkhawatirkan, apalagi kita tahu bahwa hanya mereka yang terorganisir serta memiliki kekuasaan serta akses besar yang dapat membentuk, mengendalikan dan mendanai milisi-milisi semacam ini. Sungguh pasal 21 RUU ini merupakan pasal yang berbahaya, yang penulis pikir justru menjadi inti mengapa sebagian orang begitu ngotot untuk menggolkan RUU ini.</p>
<p>Jadi walaupun kedua belah pihak sepakat tentang pentingnya pemberantasan pornografi, namun jelas di antara keduanya ada jurang yang terentang lebar. Kita bisa merasakan suasana bahwa ada ideologi monolitik sedang dipaksakan, yang bisa merusak keragaman yang ada di Negara ini. Dan pasal-pasal yang tercantum di sana sampai saat ini masih bisa ditafsirkan sesuai kepentingan ideologi monolitik tersebut. Tidak ada jaminan di sana bahwa tidak akan ada multitafsir dalam pelaksanaannya. Karenanya pantaslah jika kita masih menolak RUU ini untuk disahkan. Bukan karena kita mendukung pornografi, namun karena kita menolak ideologi monolitik yang sedang dipaksakan secara sembunyi-sembunyi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=64&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/09/23/di-balik-pasal-pasal-ruu-pornografi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puisi tentang Tuhan</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/08/19/puisi-tentang-tuhan/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/08/19/puisi-tentang-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 17:21:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Sering Tuhan kita lihat sebagai sesuatu yang mengerikan, sesuatu yang menghukum kita dengan keras atas kesalahan-kesalahan kita, sesuatu yang akan mecampakkan kita ke neraka jika kita tidak mematuhi perintah-perintahNya. Akibatnya kita sering menjadi saleh secara berlebihan, kita mencoba menjadi agen Tuhan nomor satu, yaitu dengan mengutuki semua hal yang kita anggap dosa, menjauhi mereka-mereka yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=57&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sering Tuhan kita lihat sebagai sesuatu yang mengerikan, sesuatu yang menghukum kita dengan keras atas kesalahan-kesalahan kita, sesuatu yang akan mecampakkan kita ke neraka jika kita tidak mematuhi perintah-perintahNya. Akibatnya kita sering menjadi saleh secara berlebihan, kita mencoba menjadi agen Tuhan nomor satu, yaitu dengan mengutuki semua hal yang kita anggap dosa, menjauhi mereka-mereka yang menurut kita tidak menjalankan perintahNya dengan baik.</p>
<p>Kita lantas menghukum dan mendera orang lain yang berdosa. Mencurigai sesama yang memiliki kelainan dari kita, entah kelainan agama, ras atau ideologi. Dunia menjadi tempat yang mengerikan karena ketakutan kita akan Tuhan.</p>
<p>Aku percaya bahwa Tuhan tidaklah seperti itu.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><strong>Puisi Tentang Tuhan</strong></p>
<p>Kata mereka Tuhan itu pemarah,<br />
Penghukum mereka yang laknat.</p>
<p>Kataku Tuhan itu lembut,<br />
Melindungi aku dengan langit seperti selimut.</p>
<p>Kata mereka Tuhan itu penghukum,<br />
Menjebloskan ke neraka mereka yang murtad.</p>
<p>Kataku Tuhan itu humoris,<br />
Menaruh kelucuan pada anak kecil dan binatang</p>
<p>Tuhan bukan pencatat dosa,<br />
Ia itu seniman.<br />
Ia melukis pantai, gunung dan awan.<br />
Ia membentuk manusia, wajah demi wajah<br />
roh demi roh.<br />
Ia meletakkan matahari di cakrawala<br />
Dan memainkan kuasnya menaburkan warna-warni emas</p>
<p>Tuhan bukan hakim yang mengintai di tikungan<br />
Menyergapmu kala kau berdosa.<br />
Ia itu kekasih.<br />
Yang mengampuni, yang membelai,<br />
Yang disakiti namun kembali.<br />
Yang dikhianati namun memaafkan.</p>
<p>Sabda Tuhan bukan vonis,<br />
Melainkan nyanyian yang merdu<br />
Yang ia tanam di kicau burung,<br />
Yang ia tabur di cekikik anak kecil,<br />
Yang ia lantunkan di hembusan angin</p>
<p>Mata Tuhan bukan pedang yang menembus jiwamu<br />
Mata-Nya adalah mentari,<br />
yang menumbuhkan benih harapan di jiwamu,<br />
yang mencairkan kebekuan di benakmu,</p>
<p>Tangan Tuhan bukanlah pembatas,<br />
Namun adalah rahim<br />
Yang melingkupi engkau kala siang kala malam<br />
Yang seperti ketuban mengandungmu<br />
Agar jiwamu lahir kembali dengan sempurna.</p>
<p>Terkadang aku memanggil Tuhan itu Bapak,<br />
Kadang Bunda,<br />
Dan Ia memperlakukanku seperti anak<br />
Ia menyambutku seperti pengantin</p>
<p>Dan ketika sangkakala akhir jaman bertiup,<br />
Kita bukan akan terbang ke awan tinggi<br />
Atau ke bawah bumi menuju sang api<br />
Namun melebur ke dalam inti hati kita<br />
Dan bertemu Tuhan<br />
Yang sudah lama bersemayam di sana.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=57&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2008/08/19/puisi-tentang-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lucunya Orang Beragama di Indonesia – Kasus Sinetron “Sebuah Penantian”</title>
		<link>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/19/lucunya-orang-beragama-di-indonesia-%e2%80%93-kasus-sinetron-%e2%80%9csebuah-penantian%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/19/lucunya-orang-beragama-di-indonesia-%e2%80%93-kasus-sinetron-%e2%80%9csebuah-penantian%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 15:57:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>awh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kemarin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/19/lucunya-orang-beragama-di-indonesia-%e2%80%93-kasus-sinetron-%e2%80%9csebuah-penantian%e2%80%9d/</guid>
		<description><![CDATA[Harus kita akui bahwa banyak film layar lebar maupun televisi yang mampu menggugah pemirsanya. Menggugah dalam arti sederhana seperti terharu, gembira, optimis, sampai menggugah dalam arti yang lebih kuat lagi seperti memotivasi atau merubah sikap dan perilaku.

Sejumlah besar orang percaya bahwa Sinetron “Sebuah Penantian” adalah salah satu film televisi yang akan mampu memberikan perubahan besar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=47&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Harus kita akui bahwa banyak film layar lebar maupun televisi yang mampu menggugah pemirsanya. Menggugah dalam arti sederhana seperti terharu, gembira, optimis, sampai menggugah dalam arti yang lebih kuat lagi seperti memotivasi atau merubah sikap dan perilaku.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sejumlah besar orang percaya bahwa Sinetron “Sebuah Penantian” adalah salah satu film televisi yang akan mampu memberikan perubahan besar pada penontonnya. Sinetron ini dimaksudkan sebagai sinetron rohani untuk orang Kristen, namun ternyata ia juga mendapat perhatian dari orang Islam.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sebagian (ingat, saya memakai kata sebagian di sini) orang Kristen percaya bahwa sinetron tersebut dapat menggugah orang yang menontonnya, syukur-syukur bisa membantu pemirsa menerima warta gembira yang dibawa oleh agama Kristen. Teman saya mengirimkan SMS berbunyi:</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>“Tolong forward sebanyak mungkin. Pemutaran film rohani &#8220;SEBUAH PENANTIAN&#8221; 15 Desember 16.30-17.30 WIB di RCTI Film oleh Billy Graham Ministry. Film pernah diputar di India &amp; hasilnya sudah menggugah jutaan jiwa untuk terima Tuhan Yesus..Pray for this..Karna film yang diputar tidak diklankan -GBU-“</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sebelum SMS ini saya sudah melihat sejumlah email beredar di beberapa <i>mailing list</i> yang bunyinya serupa. Mereka yang menulis, mem-<i>forward</i> email dan SMS ini tentu percaya bahwa sebuah sinetron dapat mengubah iman jutaan orang dalam durasi kurang dari 1 jam (karena diselingi iklan).  Saya sendiri tidak tahu bagaimana mereka bisa mendapatkan angka “jutaan” tersebut. Apakah memang ada survei yang dilakukan setelah film tersebut diputar di India, dan secara stastistik angka orang yang pindah ke agama Kristen naik secara tiba-tiba pada waktu yang sama. Jikapun memang ada penambahan besar-besaran seperti itu, apakah memang betul itu diakibatkan oleh film tersebut? Sulit untuk menjawabnya, kecuali di pesawat televisi orang-orang dipasangi alat sensor agama seperti alat yang mampu mengukur rating acara televisi.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Bagaimana dengan sikap dari orang Islam? Sebagian (ingat, saya memakai kata sebagian di sini) orang Islam ternyata juga percaya bahwa sinetron tersebut mungkin saja dapat membuat orang yang beriman dapat tiba-tiba pindah agama hanya dalam waktu kurang dari 1 jam. Rupanya email yang di <i>forward</i> teman-teman Kristen terbaca oleh teman-teman Islam dan kemudian menimbulkan semacam ketakutan. Salah satu email yang disebarluaskan oleh teman-teman Islam berbunyi:</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>“Assalamu alaikum wrwb.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>WASPADAI !!! Misi gereja di TV pada tanggal 15 Desember 2007, jam 16.30-17.30 serentak di RCTI, TRANS TV, TVRI. Judul : &#8220;My Hope Indonesia&#8221;<br />
diganti menjadi &#8220;Sebuah Penantian&#8221;. Di India pernah diputar dengan judul yang sama &amp; berhasil menghipnotis jutaan penduduknya.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>Berikut ada bocoran mengenai misi dari Gereja yang akan ditayangkan di TV tanggal 15 Desember 2007, eleiminir keluarga kita khususnya anak2 agar terjaga dari tontonan dimaksud. QS. At Tahrim (66) : 6.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>Kirim complain ke http://www.kpi. &lt;http://www.kpi.go.id/&gt; go.id/ bahwa umat islam keberatan dan menolak keras atas akan ditayangkannya acara pemurtadan masal ini di seluruh statiun TV!!! Dan meminta untuk dibatalkan penayangannya.</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify"><i>Atau bagi yang tetap penasaran menonton, sebaiknya jangan lepas dari wudhu selama menonton film ini agar terhindar dari ‘Kuasa Gelap’ dan dilindungi oleh Allah SWT&#8221;,</i></p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Sinetron ini ternyata dianggap bagian dari pemurtadan massal. Selain karena diputar di televisi, sinetron ini digambarkan disertai dengan mantra-mantra ajaib yang dapat menyulap pemirsanya menjadi lupa diri dan pindah agama. Sungguh-sungguh ajaib! Saya sering makan mie instan, tapi baru kali ini dengar ada metode pemindahan agama yang juga sangat instan. Namun sejumlah orang percaya pada hal ini, mengingat bahwa email-email peringatan ini di <i>forward</i> ke banyak orang. Bahkan teman saya yang lulusan segar dari sebuah jurusan Filsafat universitas negeri terkemuka juga percaya bahwa ada semacam magic yang menyertai acara-acara kerohanian Kristen di televisi. Teman saya itu lupa bahwa acara Mimbar Agama di televisi itu pastinya berisi syiar agama, entah itu agama Islam, Kristen, Hindu atau Budha, yang ditujukan untuk para pemeluk agama itu sendiri. Semua agama dapat porsi dan kesempatannya untuk tampil di televisi.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Saya sendiri karena penasaran menanti dan akhirnya melihat sinetron tersebut. Ia bercerita soal pengampunan, tema standar film-film Kristen. Seorang Ayah diceritakan pergi bersama perempuan lain, dan meninggalkan istrinya, seorang anak laki dan seorang anak perempuan. Peristiwa itu begitu membekas di hati sang anak laki. Bertahun-tahun kemudian si anak perempuan menemukan ayahnya sendiri, miskin dan sakit-sakitan. Ia bermaksud untuk mempersatukan keluarganya kembali dengan mengajak ayahnya kembali ke rumah. Ibunya juga sudah setuju dan memaafkan segala perbuatan suaminya itu. Tinggal si anak sulung laki-laki yang tidak bisa mengampuni ayahnya. Ia tidak mau menerima ayahnya kembali, apalagi selama ini ia yang harus menghidupi keluarganya karena ketiadaan seorang ayah. Dan ketika adik perempuannya serta ibunya nekat membawa kembali sang ayah, ia memilih untuk keluar rumah. Begitu bencinya ia pada ayahnya itu, si sulung terpaksa memberitahu ke adik perempuannya bahwa ia tidak bisa menghadiri pernikahan adiknya itu, karena di pesta pernikahan itu pasti akan ada ayahnya. Akhirnya <i>happy ending</i>, si sulung datang ke pernikahan adiknya dan saling memaafkan dengan ayahnya dan <i>they live happily ever after</i>.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Memang ceritanya menurut saya cukup menyentuh, namun jauh dari yang dipromosikan melalui SMS dan email. Jalan cerita semacam itu sudah diceritakan berulang kali dalam sinetron-sinetron dan film, apalagi film-film rohani Kristen. Singkat kata, sinetron ini tidak mempunyai daya bius yang diharapkan atau ditakuti oleh sebagian orang. Tentu ini pendapat subyektif dan tergantung selera masing-masing. Namun jika “selera” saya masih bisa berperan, tentu ini menandakan bahwa tidak ada unsur gaib dalam sinetron ini. Karena jika memang sinetron ini pakai <i>magic</i>, maka yang namanya “selera” itu sudah tidak berfungsi, seharusnya saya terbius begitu saja. Pekerja rumah tangga saya yang ikut menonton bahkan tidak mengikuti sampai habis, ia lebih tertarik menyapu jalan di depan rumah sembari ngobrol bareng tetangga (karena sinetron ini diputar sore hari). Sejauh ini belum saya dengar tentang orang yang pindah agama karena sinetron ini.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Kita bisa melihat bahwa terkadang (padahal sering) orang beragama bisa menjadi sangat lucu, padahal tampilan yang mereka tunjukkan sangat serius, bahkan tegang. Dibalik kelucuan itu ada masalah kronis yang hinggap dalam hubungan antar agama di Indonesia. Ada kecurigaan, bahwa agama lain senantiasa menjadi ancaman bagi agamanya. Ada harapan kekanak-kanakan bahwa agamanyalah yang paling benar-yang lainnya salah sehingga perlu didoakan agar “bertobat”. Ada juga kemasabodohan, tidak mau mencoba mengenal agama tetangganya, sehingga lebih mudah menunjukkan sikap curiga dan bermusuhan.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Di tengah sikap kenakan-kanakan ini bukan tidak mungkin para politisi nebeng bermain, menggunakan kesempatan ini untuk menunjukkan pembelaannya terhadap umatnya. Yah siapa tahu bisa dapat “<i>trade mark</i>” menjadi pembela umat terdepan sehingga ketika pemilu nanti bisa menambah jatah coblosan.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Di tengah sikap ajaib ini pemerintah tidak berbuat sesuatu yang berarti, sering ia malah salah tingkah dan akhirnya memenangkan suara yang terbanyak, mungkin karena suara terbanyak itu diartikan sebagai suara terbanyak dalam pemilu.</p>
<div align="justify"></div>
<p align="justify">Agama yang seharusnya mencerahkan justru menjadikan orang picik, sempit, curiga, percaya mistik dan… lucu. Ayo, jika anda merasa sebagai orang beragama, mari kita tampilkan agama kita dengan tampilan yang luwes, welas asih, plural namun isinya serius. Bukan dengan tampilan yang serius, kaku namun isinya lucu.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/aquinohayunta.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/aquinohayunta.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/aquinohayunta.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/aquinohayunta.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/aquinohayunta.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/aquinohayunta.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=aquinohayunta.wordpress.com&blog=644624&post=47&subd=aquinohayunta&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://aquinohayunta.wordpress.com/2007/12/19/lucunya-orang-beragama-di-indonesia-%e2%80%93-kasus-sinetron-%e2%80%9csebuah-penantian%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/6cec711a7cd7b1f6913199e27fa51642?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">aquinohayunta</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>