Suatu hari di Buenos Aires

Seorang anak berlari riang
“Ibu ini bunga dari kebun hari ini.
Warna ungunya lebih cantik dari kapanpun
Pasti pelanggan akan senang”

Ibunya gembira,
Sebuah pelukan dan berkah mampir di dahi si anak
Dan bunga ungu segera dipajang
Di antara bunga lainnya

Tak lama, seorang laki tengah baya datang
Sambil bersiul ia menggandeng istrinya
Seolah mereka baru menikah kemarin

Berpindahlah bunga ungu ke tangan si laki
Sambil terus bersiul dan menggandeng
Ia menghampiri Gardel.
Gardel dari masa lalu yang mungkin pernah berkata;
“Jangan bawakan aku air mata,
Namun bawakan aku bunga dan sebuah nyanyian”

Maka jadilah;
Si tengah baya menaruh bunga ungu di depan Gardel
Siulannya berubah menjadi nyanyian,
Gandengannya berubah menjadi pelukan di pinggang
Dengan itu mereka menari tango
Tarian mereka berwarna ungu
Karena bunga dan karena pakaian mereka

Si tua Gardel,
Betapa bahagianya dia,
Pun setelah tiada
Orang masih mengunjunginya
Dan menyanyi di depan makamnya.

Bunga-bunga segar pertanda
Bahwa orang masih kerap datang
Patung Gardel tua yang tersenyum pertanda
Orang masih menyanyi dan menari tango sampai sekarang.

8 Desember 2005

2 thoughts on “Suatu hari di Buenos Aires

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s