Surat Cinta Buatmu Yang Rindu Akan Pagi

Ini adalah surat cinta, yang ditulis di bawah bintang.
Bagimu yang rindu akan pagi
Ketika itu malam tiba, angin malam membawa bau keringatmu
Dan embun membawa tetesan air matamu
Bersama kita berdoa, agar gelap cepat berlalu

Ini adalah surat cinta, yang disaksikan rembulan
Bagimu yang rindu secercah mentari,
Yang bosan dirundung gelap
Yang menghabiskan malam dengan doa dan kerja

Kata para tua,
Tak selamanya gelap itu menetap,
Namun kapan kata itu terwujud?
Tangan malam seolah menawan waktu
Agar tak bergulir menuju pagi.

Tak terhitung banyak doa mengalir ke angkasa
Toh hujan dosa masih menderas ke bumi
Toh awan hitam masih betah menambah gelap malam
Mahluk malam mengintai untuk menerkam
Setan-setan gentayangan menanti berbuat curang
Kemanakah selusin malaikat
yang dulu menjaga kita waktu kita kecil?

Ini adalah surat cinta, yang ditulis karena percaya
Bahwa doa dan kerjamu adalah bintang.
Malaikat-malaikat ternyata tidak pergi,
Mereka menyelinap masuk ke dalam hatimu
Untuk menyalakan cahaya harapan

Dan ketika suatu saat nanti pagi benar-benar datang,
Kita akan bertemu di cakrawala untuk menyambutnya.
Semoga saat itu embun air mata kita lenyap diterik mentari.

Jakarta, 3 Agustus 2005; 23:05

5 thoughts on “Surat Cinta Buatmu Yang Rindu Akan Pagi

  1. sri berkata:

    aku juga tak bisa menghitungnya, sudah berapa lama kau habiskan pagi dan malammu, dengan hanya mengingat banyak memory. sesak hatimu kini, tidakkah kau berpikir tentang aku sejenak ? aku juga masih merindukan pagi sepertimu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s