Pendosa

Kalau ada orang bertanya siapa aku
Akan kujawab “Aku pendosa”
Kalau mereka bertanya mengapa
Akan kujawab “Karena aku lemah”

Karena manusia telah jauh melangkah
Dari terangnya hari ke dalam pelukan gelap malam
Dari kesadaran bagai bintang
Menuju lubang hitam menghisap pekat

Kalau ada orang bertanya siapa aku
Akan kujawab “Aku pendosa”

Aku adalah seorang pendosa
Yang berhutang dan tak membayar
Yang berkhianat dan menikam
Yang memangsa dan mencekal
Yang menyesal dan berkabung

Pun begitu aku tahu
Jika malam pekat memanggilku lagi
Aku akan kembali ke pelukannya
Karena lari dari jerat yang telah mendaging amat sulit

Kalau ada malaikat menudingku,
Ia akan berkata “Kamu pendosa”
Sambil berlutut aku menyahut
“Ya, akulah itu”
Lalu ia mencambukku, menyesahku
Tak ada orang membelaku
Karena aku menyembunyikan diriku

Ketika semua usai
Aku terbaring,
Sesayup kudengar nyanyian ibuku
Lagunya menusuk kalbu,
Membasuh jiwaku.
Menjadi titian menuju terang

Ibu, anakmu pendosa
Peluklah ia erat
Bukan karena terluka
Namun agar ia tak lari kembali ke malam

Kalau ada orang bertanya siapa aku,
Akan kujawab, “Aku anak ibuku”
“Ibuku adalah Terang,
dan Terang akan menjauhkanku dari malam”
Februari 2007

2 thoughts on “Pendosa

  1. Ya, “malam” lagi yang disalahin ama nih bocah! Malam itu indah, hanya di waktu malam manusia bisa menyadari keindahan hidup bro…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s