Perempuan yang Bertanya

Ia bertanya, “Bagaimana mestinya aku menjadi perempuan?”
Setelah heran karena ia bertanya pada seorang lelaki, aku menjawab:

Menjadi perempuan sama dengan menjadi lelaki,
Tidak lebih dan tidak kurang.
Jawaban selebihnya aku tak tahu.

Jangan tanya nenekmu, karena ingatannya jauh.
Jangan tanya ibumu, karena siapa tahu ia berpikir seperti bapakmu.
Jangan tanya tetanggamu karena ia akan menyuruhmu masuk rumah dan memasak.
Apalagi jangan tanya para pemuka agama, karena mereka tak punya imajinasi.
Jangan tanya presiden, karena jangan2 dia tidak tahu kalau mahluk yang namanya perempuan itu ada.
Juga jangan tanya aku, karena aku bisa berbohong.

Sebaiknya kamu bertanya pada pelangi yang muncul setelah hujan,
Atau pada awan yang kerap berubah bentuk,
Atau pada anak kecil yang sedang mendekap dada ibunya.
Mungkin mereka tempat yang tepat untuk bertanya,
Karena mereka tak bisa berbohong,
Dan karena mereka adalah sumber imajinasi.

Sementara kamu mencari jawabnya,
Aku akan bertanya sendirian, “Bagaimana mestinya aku menjadi laki-laki?”

4 thoughts on “Perempuan yang Bertanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s